Hepatitis Akut Disebut Misterius, Ternyata Begini Penjelasannya!

Hepatitis Akut Disebut Misterius Ternyata Begini Penjelasannya Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Setelah dua tahun dilanda Pandemi Covid-19, dunia kembali dihebohkan atas penemuan hepatitis akut yang menyerang anak-anak. Penyakit ini juga telah dikategorikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hepatitis akut ini penyakit berbahaya yang terjadi relatif cepat, bahkan saat ini sudah mulai menjalar ke Indonesia yang ramai menjadi perbincangan karena kasusnya yang terus meningkat.

Sementara itu, Menkes RI Budi Sadikin dalam keterangan pers menyebutkan bahwa WHO menyampaikan adanya "outbreak" hepatitis akut tanggal 23 April 2022 di Eropa. Sementara itu empat hari kemudian tepatnya 27 April 2022, Indonesia menemukan 3 kasus di Jakarta hingga kini telah mencapai 15 kasus di Indonesia berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin (9/5/2022).

Atas kondisi itu, penyakit hepatitis yang menyerang anak-anak hingga usia 16 tahun turut menjadi perhatian di Sumatera Barat (Sumbar). Hepatitis Akut Banyak Disebut dengan Hepatitis Misterius. 

Penjelasan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumbar 

Masyarakat banyak menyebut hepatitis akut dengan misterius. Ketua IDAI Sumbar, Finny Fitri Yani, ketika dihubungi Covesia.com mengatakan, hepatitis akut bukan hepatitis misterius, yang sebetulnya adalah hepatitis yang belum diketahui penyebabnya hingga kini. 

"Bukan hepatitis misterius, yang betul adalah hepatitis yang belum diketahui penyebabnya," katanya, Kamis (12/5/2022)

Dia menjelaskan, penyakit hepatitis yang sudah diketahui penyebabnya adalah hepatitis yang disebabkan oleh virus A,B,C,D, dan E.

"Kasus 'outbreak' atau KLB saat ini di dunia, pada pasien tersebut tidak ditemukan virus A,B,C,D, dan E, namun menunjukkan gejala yang sama tetapi berlangsung secara cepat menuju gangguan fungsi hati," tambahnya.

Hepatitis akut tidak memiliki keterkaitan dengan vaksinasi Covid-19. "Hingga kini penyebab penyakit hepatitis tidak berkaitan dengan vaksinasi Covid-19," ujar dia.

Jangan Panik! Kenali Gejalanya

Berapa hari lalu, dalam konferensi pers di Aula Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022) Finny juga menjelaskan penyakit hepatitis adalah gangguan yang terjadi pada hati yang rusak, ada yang bersifat ringan, berat bahkan hepatits akut yang tidak diketahui penyebabnya atau "unknown aetiology." 

Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap kenali gejalanya. "Hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya atau 'unknown aetiology' ini jarang terjadi. Tetapi jika terjadi, itu sangat berbahaya bahkan ada yang meninggal dunia," ujar dia.

Secara umum, katanya, yang terjadi pada anak yang menderita hepatitis itu seperti diare, mual, serta muntah. Apabila terjadi gejala tersebut segera periksa ke puskesmas terdekat," lanjutnya.

Finny juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada keluarga untuk mencegah anak terjangkit dari penyakit hepatitis.

Apakah Hepatitis Akut sudah Ada di Sumbar?

Hepatitis akut atau yang tidak diketahui penyebabnya hingga kini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar belum ditemukan, melainkan hanya mirip. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinkes Sumbar, Lila Yanwar. 

Dia mengungkapkan, hepatitis terjadi pada anak-anak umur 0-16 tahun dan untuk hepatitis akut hingga kini belum terdeteksi. 

"Kasus hepatitis akut di Sumbar belum terdeteksi. Baru suspek, baru diduga," ujar dia dalam konferensi pers di Aula Dinkes Sumbar, Selasa (10/5/2022).

Diberitakan sebelumnya, kasus suspek tersebut ditemukan pada anak usia 1 bulan 29 hari. Pasien tersebut merupakan warga Kabupaten Solok yang penyebabnya diduga berkaitan dengan Hepatitis akut karena gejalanya mirip dengan hepatitis, namun hasil pemeriksaan bukan hepatitis. 

Anak itu sebelumnya merupakan rujukan dari rumah sakit di Solok yang kemudian di rawat di Rumah Sakit Hermina Padang dan dinyatakan meninggal dunia pada 2 Mei 2022.

Sementara itu, gejala yang dialami balita tersebut seperti kuning, demam, diare dan berakhir dengan pendarahan pada saluran pencernaan serta gangguan kegagalan pada hati dengan waktu yang relatif cepat. 

RSUP M Djamil jadi Rumah Sakit Rujukan di Sumbar

Atas penemuan kasus tersebut, pemerintah provinsi melakukan langkah cepat dengan menyiapkan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang sebagai rumah sakit rujukan kasus hepatitis dengan gejala berat. 

"Untuk wilayah Sumbar, kita siapkan RSUP M Djamil Padang sebagai rujukan dari rumah sakit kabupaten/kota dengan gejala kriteria hepatitis berat," ujar Kadinkes Sumbar, Lila Yanwar.

Memiliki tenaga ahli dan peralatan yang lengkap adalah salah satu faktor utama ditetapkan rumah sakit tersebut sebagai rumah sakit rujukan dengan hepatitis berat dari daerah yang ada di Sumbar. Sementara itu, diketahui sebelumnya rumah sakit ini juga ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumbar.

Hingga kini rumah sakit ini telah menyediakan dua ruang PICU, dan delapan ruang MICU serta delapan ruang isolasi. 

"Kami telah menyiapkan beberapa ruangan, apabila  kasusnya berat segera rujuk ke RSUP M DJamil Padang. Kalau ringan sampai pada rumah sakit kabupaten dan kota," sebut Kepala Bidang Layanan, Keperawatan RSUP M Djamil, Bestari.

(lsm/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga