Tanggapan Mahyeldi Saat Dikritik Abai Protokol Kesehatan: Hanya Manusia Biasa, Bukan Malaikat!

0
242
Gubernur Sumbar Mahyeldi (Foto: Covesia-Laila)

Covesia.com – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah memberikan respons atas kritikan yang disampaikan kepada dirinya salah satunya yang abai terhadap protokol kesehatan Covid-19.

“Tidak apa-apa. Biar sajalah. Mau sebut apa kalau orang mengatakan, ya silahkan saja. karena Mahyeldi manusia biasa bukan malaikat yang punya kelebihan. Kita punya kekurangan,” ungkap Mahyeldi saat meninjau penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin, Kota Padang, Selasa (27/7/2021).

Ada berbagai kritik yang diarahkan kepada Mahyeldi yang lebih sering menghadiri acara seremonial dari pada menanggulangi pandemi.

Saat menghadiri acara, Mahyeldi juga dinilai abai protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker dengan baik. Mengunggah foto selfi tanpa masker, atau masker di dagu.

Namun demikian Mahyeldi menyebut dirinya terus bekerja dalam menanggulangi Covid-19 di Sumbar. Seperti, langsung menghubungi Gubernur Riau untuk menambah pasokan oksigen di Sumbar agar tidak terjadi kelangkaan.

“Kaitan dengan oksigen, ke Riau, saya kontak gubernurnya. ke Sumatra Utara, saya kontak ke sana. Dinas Kesehatan kita kirim ke sana. Mungkin teman-teman media yang ndak memberitakan pekerjaan saya. Ndak semua pula sempat diberitakan,” ungkapnya.

Menyikapi soal kritikan, Mahyeldi mempersilakan siapapun menyampaikan kritikan kepadanya. “Silahkan saja, tidak apa-apa,” katanya.

Selain soal abai prokes, juga dinilai tak cakap dalam penanganan COVID-19 di Sumbar. Menyanggah hal itu, dia mengatakan bahwa selain menangani pandemi, pemerintah memiliki banyak tugas dan kewenangan yang harus dikerjakan.

“Kita kan pemerintah ini pekerjaan banyak, kita urus stunting, angka stunting kita tinggi sampai 27 persen. Infrastruktur juga harus kita perhatikan,” jelasnya.

Dia melanjutkan, terkait penanganan Covid-19, ada Kepala Dinas Kesehatan, dia bicara tentang kesehatan, ada Wakil Gubernur, ada Kepala OPD, dan DPRD.

“Pemerintah itu bukan personal, jangan lihat personal Sumbar itu Mahyeldi. (Mahyeldi) Salah itu. Pemerintah juga ada DPRD. Maka kita distribusikn kerjanya,” katanya.

(ila/rdk)