Kota Padang Dapat Penghargaan Nirwasita Tantra 2021 di Kala Sungai Dipenuhi Limbah Mikroplastik

Kota Padang Dapat Penghargaan Nirwasita Tantra 2021 di Kala Sungai Dipenuhi Limbah Mikroplastik Kondisi sungai Batang Arau dipenuhi sampai plastik

Covesia.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan penghargaan Nirwasita Tantra 2021 kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Penghargaan Nirwasita Tantra merupakan program dari KLHK untuk menilai kebijakan Kepala Daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam mengatasi persoalan lingkungan.

Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, penghargaan itu bukan pertama kalinya diraih Kota Padang. “Alhamdulillah, penghargaan ini kembali kita raih. Ini merupakan bukti bahwa selama ini kita terus membangun kota dengan baik,” ujar Hendri melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/5/22).

Dikatakan Hendri, Kota Padang meraih Nirwasita Tantra untuk kategori Kota Besar. Penghargaan akan diserahkan Menteri LHK RI, Situ Nurbaya pada 20 Mei 2022 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat.

"Di Indonesia, hanya tiga kota yang menerima penghargaan ini, yaitu Kota Padang, Balikpapan dan Surabaya," ucap Hendri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Mairizon juga turut mengapresiasi penghargaan yang diterima Kota Padang. Penghargaan ini diberikan atas komitmen Wali Kota, Ketua DPRD, dan kepala dinas dalam mengatasi permasalahan lingkungan. 

Baca juga: Ini Merek Sampah Plastik yang Berkontribusi Cemari Batang Kuranji dan Batan Arau

"Ini sebagai komitmen bagi Pemko dalam mengatasi dampak permasalahan lingkungan, seperti pencemaran udara, pengelolaan sampah, dan sebagainya," tutur Mairizon.

Mairizon juga menegaskan bahwa penghargaan itu tidak lepas dari kerja keras dan inovasi DLH Kota Padang. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti membentuk tim penegak hukum pada area tertentu, memasang CCTV di mobil angkut sampah, dan menertibkan Perwako.

"Kami juga memberikan intensif kepada masyarakat yang melaporkan kerusakan lingkungan. Ini juga sebagai upaya mengatasi pencemaran di Kota Padang," papar Mairizon.

Namun, akhir-akhir ini permasalahan lingkungan yang dihadapi berbanding terbalik dengan penghargaan yang akan diperoleh Kota Padang.

Baca juga: Selain Batang Arau, Sungai Batang Kuranji Juga Tercemar Mikroplastik, Ini Dampak yang Ditimbulan dan Pencegahannya

Berdasarkan hasil penelitian Tim ESN dan WALHI Sumbar ditemukan dua sungai yang mengandung mikroplastik di Kota Padang, yaitu Batang Arau dan Batang Kuranji.

Peneliti Organisasi Lingkungan Ecoton, Prigi Arisandi menemukan 420 partikel mikroplastik dalam 100 liter air di Batang Arau, Sumatera Barat.

Sedangkan penelitian Farhan Hanieve, Budhi Primasari dan Yommo Dewilda dari Teknik Lingkungan Universitas Andalas, sungai Batang Kuranji mengandung mikroplastik 1670-10.000/m3 air.

Penemuan mikroplastik di kedua sungai yang menjadi sumber aktivitas masyarakat kota Padang menandakan sungai tersebut dalam keadaan tercemar. 

(pyd)

Berita Terkait

Baca Juga