Pusako Unand soal Nama Mahyeldi di Kasus Dugaan Korupsi Dana KONI: Harus Diperiksa!

Pusako Unand soal Nama Mahyeldi di Kasus Dugaan Korupsi Dana KONI Harus Diperiksa Feri Amsari

Covesia.com - Direktur Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Feri Amsari menanggapi kasus dugaan korupsi dana hibah KONI yang menyeret nama Gubermur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

Feri menjelaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, meskipun memegang kekuasaan di pemerintah Indonesia.

"Saya tidak terlalu membaca berita itu. Tapi kalau memang ada kecurigaan keterlibatan memang harus diperiksa, meskipun beliau seorang gubernur," jelas Feri.

Menurut Feri, dalam penentuan status saksi maupun tersangka harus melalui prosedur penyelidikan serta mempunyai bukti yang cukup.

"Pemeriksaan oleh penyidik itu tidak asal panggil, ada prosedurnya, dan harus cukup buktinya," ujar Feri.

Menurut Feri, kedudukan yang sama di mata hukum harus diaplikasikan pada kasus ini. Kalau memang terbukti bersalah maka proses hukum perlu dilanjutkan.

"Walaupun menteri, gubernur, dan sebagainya, kalau memang terbukti bersalah maka proses hukum tetap berlaku, tidak ada pengecualian," tutur Feri.

Sebelumnya, tersangka kasus dana hibah KONI Padang, Agus Suardi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) pada kasus korupsi yang menjeratnya.

Mantan Ketua KONI itu membeberkan keterlibatan Mahyeldi Ansharullah yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum PSP Padang.

Namun, sebelumnya Mahyeldi menyangkal bahwa Ia terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah di KONI Kota Padang tersebut.

“Tidak ada itu. Itu hanya kata orang media saja, kan media saja,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi juga memastikan akan mengikuti semua proses penegakan hukum jika memang namanya dibawa dalam kasus tersebut.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga