Agus Suardi Berencana Ajukan JC, Kejari Padang: Belum Tentu Dikabulkan

Agus Suardi Berencana Ajukan JC Kejari Padang Belum Tentu Dikabulkan Agus Suhardi didampingi kuasa hukumnya saat melihatkan alat bukti baru keterlibatan Mahyeldi dan Andri Yulika yang akan dibawa ke kantor Kejari Padang, Selasa (17/5/2022).

Covesia.com - Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, Roni Saputra menanggapi pengajuan Justice Collaborator (JC) dari tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang. Menurut Roni, pengajuan tersebut tidak otomatis bisa dikabulkan oleh penegak hukum.

“Sejauh ini, setahu saya belum ada pengajuan. Kalau diajukanpun, itu belum tentu juga bisa dikabulkan,” kata Roni saat dihubungi Covesia.com, Rabu (18/5/2022).

Dikatakan Roni, kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 ini masih dalam tahap penyidikan. Roni menjelaskan tahap satu atau pelimpahan berkas dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum sudah dilakukan pada Senin (9/5/2022). 

Selanjutnya, akan dilakukan tahap dua atau penyerahan tersangka dan barang bukti dalam waktu dekat. “Saat ini masih penyidikan dan sidang belum berjalan. Makanya belum bisa disimpulkan," ujar Roni. 

Dipaparkan Roni bahwa pertimbangan JC dapat dikabulkan setelah melihat fakta-fakta yang terungkap pada persidangan. "Untuk pertimbangan JC harus melihat fakta persidangan yang kemudian ada keringanan hukuman," papar Roni.

Menurut Roni, dalam mengungkap kasus ini, pihak Kejari Padang tidak mau tergiring ke ranah politik. Roni meminta untuk menghormati proses hukum yang berjalan.

“Biarkan proses hukum berjalan. Mengenai fakta-fakta, bisa disampaikan di persidangan. Biarkan majelis hakim yang menilai,” lanjut Roni.

Seperti diketahui, Agus Suardi telah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Padang.

Penyelidikan kasus dimulai 16 September 2021 setelah Kejari Padang mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan korupsi dana hibah KONI Padang.

Sedikit informasi JC merupakan pelaku tindak pidana yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar kasus tindak pidana tertentu yang terorganisir dan menimbulkan ancaman serius.

Roni juga menjelaskan syarat seseorang dapat dijadikan JC ialah pelaku tindak pidana bukan pelaku utama dan memberikan keterangan sebagai saksi dalam proses peradilan,.

Lanjutnya, keterangan dan bukti-bukti yang diberikan dinyatakan penting oleh Jaksa Penuntut Umum sehingga dapat mengungkapkan pelaku lain yang memiliki peran lebih besar, dan memberikan aset atau hasil dari tindak pidana tersebut.

Sebelumnya Agus Suardi dalam keterangannya kepada media akan melakukan pengajuan menjadi JC ke Kejari Padang yang direncanakan akan diajukan pada Selasa (17/5/2022). 

(pyd)

Berita Terkait

Baca Juga