Jaksa Tahan Dua dari Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Padang

Jaksa Tahan Dua dari Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI Padang Salah seorang tersangka Kasus KONI Padang saat digiring ke Mobil Tahanan di Kejari Padang, Rabu (18/5/2022)(Foto: Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Dua dari tiga orang tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah KONI Padang, Davitson dan Nazar ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang, di Rutan Kelas II B Padang, Anak Aia. Penahanan tersebut dilakukan setelah penyerahan dari pihak Penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketua tim JPU, Kejari Padang, Budi Sastera menjelaskan, kedua tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan, terhitung mulai tanggal 18 Mei 2022.

"Jadi, Davitson dan Nazar kita tahan terhitung 18 Mei 2022 hingga 20 hari yang akan datang," ucap Budi saat ditemui sejumlah awak media di Kejari Padang, Rabu (18/5/2022).

Terkait belum ditahannya satu tersangkan lain, yakni Agus Suhardi, Budi mengatakan, ia (Agus Suhardi) saat ini dalam keadaan sakit.

"Untuk saat ini Agus Suardi belum bisa dilakukan penahanan, karena yang bersangkutan dalam keadaan sakit. Hal ini didukung dengan surat keterangan sakit yang diterbitkan dari RS BMC Padang," ungkapnya.

Kedepan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang kepada Agus Suhardi, panggilan kedua untuk melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti. 

"Hari ini akan kami panggil. Satu, dua kali, kami akan buat analisis apakah betul yang bersangkutan sakit atau tidak," jelasnya.

Terkait Agus Suardi menyebut-nyebut keterlibatan Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam kasus ini, Budi Sastera mengatakan tidak akan memanggil Mahyeldi Ansyarullah.

"Berdasarkan berkas, kami tidak ada agenda pemanggilan terhadap Gubernur Sumbar. Fakta dalam berkas tidak ada kaitan dengan Gubernur. Nanti kita lihat saja fakta di persidangan," tegasnya.

Kemudian untuk pengajuan Justice Collaborator (JC) yang akan diajukan oleh Agus Suardi, Budi Sastera memaparkan hingga saat ini pihaknya belum menerima pelaksanaan JC tersebut dari tersangka.

"Jika nanti tersangka mengajukan Justice Collaborator tersebut, kita akan pelajari dan kita buat analisa apakah JC tersangka ini akan dikabulkan," pungkasnya.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga