Omzet Turun 60 Persen, Pelaku Usaha di Padang Minta Pemerintah Lakukan Hal ini

0
522
Sejumlah palaku usaha yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbar Terdampak PPKM menggelar aksi "Tolak PPKM" di Jl. Khatib Sulaiman Padang, Kamis (29/7/2021)

Covesia.com – Sebanyak 350 orang yang tergabung dari pelaku usaha “coffe shop,” pegiat seni, masyarakat bawah lainnya yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Sumbar Terdampak PPKM melakukan aksi tolak PPKM, di Padang, Kamis (29/7/2021).

“Ada lima tuntutan yang disampaikan oleh peserta aksi diantaranya, tidak ada perpanjangan PPKM sebelum adanya solusi terhadap masyarakat yang terdampak dari pemerintah,” ungkap salah satu pelaku usaha, Heru, Kamis (29/7/2021).

Kedua, setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, harus dilakukan dengan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan dirumuskan secara matang serta memperhatikan prinsip keadilan dan keberpihakan kepada masyarakat.

Dia menilai, pelaku usaha khususnya yang buka di malam hari sangat terdampak. Apalagi waktu buka yang hanya 25 persen yang diberikan, hanya dapat untuk membayar listrik saja.

Ketiga, Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan penangan Cavid-19 juga harus memperhatikan ekonomi masyarakat, terutama para pelaku UMKM.

“Terjadi penurunan omzet sampai 60 persen bahkan ada yang hampir gulung tikar. Pelaku usaha yang di malam hari seperti ‘coffe shop’ sangat terdampak karena jam buka hanya sedikit,” jelasnya.

Mereka meminta pemerintah memberikan waktu setidaknya 80 persen atau 85 persen.

Keempat, mereka mengimbau masyarakat untuk bersama melawan Covid-19, taat protokol kesehatan dan segera mengikuti program vaksinasi.

Kelima, mengajak segala lini untuk berkolaborasi bahu membahu menghadapi pandemi dalam optimisme bangkitnya ekonomi di Sumatera Barat.

Heru menambahkan, jika tidak ada respon dari pemerintah, maka mereka akan kembali melakukan aksi dengan masa yang lebih banyak.

(ila/rdk)