Jelang Musprovlub, KONI Sumbar Adakan Rapat Koordinasi dan Konsultasi

Jelang Musprovlub KONI Sumbar Adakan Rapat Koordinasi dan Konsultasi

Covesia.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar mengadakan Rapat Koordinasi dan Konsultasi KONI Provinsi Sumatera Barat dalam rangka sosialisasi, mekanisme persyaratan calon ketua umum KONI Provinsi Sumbar Periode 2021-2025 pada Rabu (25/5/2022) di Padang. 

Rapat yang dipimpin langsung oleh Plt Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Hamdanus bertujuan untuk menerapkan tata tertib dan dalam menetapkan persyaratan calon ketua umum KONI baru periode 2021-2025, dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) yang akan digelar 16 Juni mendatang.

Dalam sambutannya Hamdanus mengatakan sangat berharap Musprovlub ini agar tidak tertunda dan bisa dilaksanakan secepatnya.

"Kita ada 2 tugas yakni penandatanganan NPHD dan selanjutnya mengadakan Musprovlub. Bisa saja dilaksanakan tanggal 16 Juni dan bisa saja dimajukan. Dan diharapkan tidak ditunda lagi. Karena banyak yang akan difikirkan ke depannya," tuturnya.

Dia juga mengatakan setiap cabang olah raga (Cabor) memiliki hak dan kewajiban yang sama di dalam organisasi KONI tersebut. Dia juga mengatakan agar dalam penentuan penetapan tartib ini tidak sampai terjadi keributan yang akan membuat penundaan dalam agenda kedepannya.

"Bapak ibu dari Cabor, anggota KONI daerah memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap masa depan organisasi," tegasnya.

Dia lalu mengatakan apa yang dilakukannya bukan untuk satu kepentingan perseorangan melainkan untuk kebaikan bersama dalan berorganisasi dan mengembangkan olah raga sumbar kedepannya.

Walaupun agak terjadi saling interupsi pada awal rapat, namun rapat yang juga dihadiri oleh perwakilan KONI Pusat ini berlangsung dengan Kondusif.

Disela-sela rapat hamdanus mengatakan kepada wartawan karena tanah datar mundur sebagai tuan rumah Musprovlub, maka akan diadakan rakor lagi untuk penentuan tuan rumah Musprovlub ini.

"Rakor itu kemungkinan terdapat 2 alternatif, yang pertama mencarikan satu lagi Kabupaten/Kota pengganti Tanah Datar, atau bisa jadi tuan rumah bersama," tuturnya.

(pyd) 


Berita Terkait

Baca Juga