Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Padang

Polisi Kembali Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Solar Bersubsidi di Padang Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, saat menunjukan barang bukti puluhan liter BBM Subsidi jenis Bio Solar, yang berhasil diamankan di Mapolda Sumbar, Rabu (8/6/2022)(Foto: dok. Covesia-Primadoni)

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), melalui Jajaran Ditreskrimsus, kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar, di Kota Padang. 

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, menyampaikan, pihaknya telah melakukan tangkap tangan terkait penyalahgunaan, pengangkutan dan atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi oleh pemerintah tanpa Izin Usaha Niaga.

Dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil mengamankan 5 orang pelaku. 

"Jadi kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak Ditreskrimsus, kemudian setelah itu dilakukan penggerebekan di sebuah gudang yang berada di Terminal truk Koto Lalang RT 003 RW 008, Kelurahan Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang," ungkap Satake dalam keterangan persnya, Rabu (8/6/2022).

Sementara itu, Ps. Kanit Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKP Gusnedi menerangkan, pelaku ditangkap setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya kegiatan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Bio Solar di sebuah gudang yang berada di Terminal truk Koto Lalang.

"Personel Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar bergerak melakukan penyelidikan terkait informasi dari masyarakat tersebut. Sekira pukul 16.00 WIB, Selasa (7/6/2022) tim menemukan adanya 2 unit mobil truk tongkang yang dilengkapi tanki modifikasi sedang melakukan antrian pengisian BBM jenis Bio Solar di SPBU Bandar Buat Padang," jelasnya. 

Selanjutnya, Polisi kemudian membuntuti kedua mobil truk tongkang tersebut, didapati mobil tongkang tersebut masuk ke arah Terminal truk Koto Lalang dan melakukan pembongkaran di sebuah gudang.

"Kemudian terhadap para pelaku serta beberapa barang bukti diamankan dan dibawa ke Mapolda Sumbar guna proses hukum lebih lanjut," ungkapnya. 

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka untuk pemodalnya telah diketahui. "Pemodal berinisial E, dan akan kita kembangkan lagi," kata dia. 

Lebih lanjut Satake menambahkan, dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti 35 buah jerigen kapasitas 33 Liter yang berisikan BBM jenis Bio Solar,16 buah jerigen kapasitas 35 Liter yang berisikan BBM jenis Bio Solar, 54 buah jerigen kosong, 4 buah slang plastik, 1 unit Mobil truk tongkang merk Nissan CK warna Merah beserta kunci kontak, 1 unit Mobil truk tongkang merk Mercy warna Orange nomor Polisi BA 8534 AO beserta kunci kontak, dan 1 unit Mobil jenis minibus merk Toyota Avanza warna Silver nomor Polisi BA 1659 QH beserta kunci kontak.

"Modus operandi melakukan pembelian BBM yang disubsidi oleh pemerintah berupa bahan bakar minyak jenis bio solar ke SPBU Bandar Buat menggunakan mobil truck dengan tangki yang sudah dimodifikasi dan dipindahkan ke dalam jeriken untuk dijual kembali," sebutnya. 

Untuk tersangka melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang dirubah Pada Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00," pungkasnya. 

(don) 


Berita Terkait

Baca Juga