Selain Kasus Simulator SIM, Masih Banyak Dugaan Korupsi di Polri

Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan SIM Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Pengembangan kasus tersebut terkait adanya dugaan pihak lain yang terlibat.

Menurut Presidium IPW, Neta S Pane, tidak banyak perwira tinggi (pati) Polri yang diperiksa dan ditahan KPK. Namun penahanan Brigjen Didik Purnomo dan terpidana Irjen Pol Djoko Susilo menunjukan sikap keseriusan KPK menangani kasus-kasus korupsi di Polri.

“Penahanan Brigjen Didik Purnomo dalam kasus simulator SIM bukanlah suatu yang istimewa,” ujar Neta di Jakarta, Rabu (12/11/2014).

Penahanan terhadap Brigjen Didik Purnomo itu, lanjut Neta, merupakan kelanjutan dari proses kasus korupsi pengadaan simulator SIM. Sebab, selain Didik telah ada pihak lain yang menjadi tersangka bahkan sudah berstatus terpidana. Bahkan IPW berharap KPK tidak hanya berhenti mengusut kasus-kasus dugaan korupsi lainnya di tubuh Polri.

“Masih banyak kasus-kasus dugaan korupsi lainnya di Polri yang harus diusut KPK. Seharusnya KPK menelusuri lebih dalam lagi agar jenderal-jenderal lain yang diduga terlibat kasus simulator SIM bisa diadili. Jadi, tidak hanya Irjen Djoko Susilo dan Brigjen Didik saja,” tandasnya.

Diketahui, Brigjen Didik Purnomo telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 1 Agustus 2012 lalu. Selama dua tahun menjadi tersangka dia sudah beberapa kali diperiksa penyidik tanpa ditahan. Penetapan Didik sebagai tersangka dilakukan bersamaan dengan atasannya saat itu, Kakorlantas Irjen Djoko Susilo yang sudah menjadi terpidana dan divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor, Jakarta. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

five × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password