Status Wabup Solok Setelah Diperiksa 13 Jam, Polisi: Masih Saksi

Status Wabup Solok Setelah Diperiksa 13 Jam Polisi Masih Saksi

Covesia.com - Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu menjalani pemeriksaan selama lebih dari 13 jam di Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumbar, Jumat (17/6/22). Pemeriksaan itu terkait dugaan penipuan dan penggelapan 'Mahar Politik' senilai Rp850 Juta yang dilaporkan oleh Iriadi Datuak Tumanggung saat Pilkada Solok tahun 2020 lalu.

Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Sumbar, Kompol Kartiana Widiarso WP mengatakan, pemeriksaan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, lalu istirahat jeda salat dan dilanjutkan lagi pukul 14.00 WIB.

"Selesainya sekitar pukul 8 atau 9 kemarin, soalnya saat saya tinggalkan itu sudah masuk pertanyaan terakhir," ujarnya saat dihubungi Sabtu (18/6/22).

Namun dari data terupdate yang didapatkan Covesia.com Jon Firman Pandu keluar sekira pukul 23.00 WIB. 

Mengenai status Jon Firman sendiri, Kompol Kartiana menyebut masih menjadi saksi terkait kasus tersebut. Menurutnya, penyelidikan kemarin masih mengumpulkan keterangan tambahan untuk proses penyelidikan.

"Belum ada kenaikan status, karena kita masih harus mengumpulkan bukti tambahan lainnya," ujarnya.

Mengenai materi yang diajukan penyidik terhadap Jon Firman, dia menyebut yang bersangkutan masih ditanyai pertanyaan umum atas laporan Iriadi Datuak Tumanggung.

"Materi pemeriksaan itu penyidik yang menguasai, intinya ini pemeriksaan tambahan melengkapi alat bukti," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, pemeriksaan terhadap Jon Firman merupakan pemeriksaan kedua terkait kasus dugaan penipuan.

“Pemeriksaan ini untuk penambahan data. Tapi masih penyelidikan, yang diperiksa itu sudah ada 6 saksi,” ungkap Satake.

Sebagai informasi, Jon Firman Pandu selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Solok dilaporkan oleh Iriadi Dt. Tumanggung yang merasa ditipu telah menyetorkan uang sebesar Rp850 juta sebagai mahar politik.

Mahar tersebut guna Iriadi bisa maju ke Pilkada Kabupaten Solok melalui Partai Gerindra. Namun, saat proses pencalonan, Partai Gerindra malah memilih Jon Firman bergandeng dengan Epyardi Asda dari PAN.

Berita Terkait

Baca Juga