Satpol PP Bongkar Praktik Prostitusi Online di Padang, 9 Orang Diamankan, 3 Diantaranya Masih di Bawah Umur

Satpol PP Bongkar Praktik Prostitusi Online di Padang 9 Orang Diamankan 3 Diantaranya Masih di Bawah Umur Mereka yang diamankan langsung diperiksa dan tes HIV oleh Dinas Kesehatan Padang di Mako Satpol PP, Selasa (21/6/2022)(Foto: Covesia-Pariyadi)

Covesia.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali menggerebek sebuah wisma di kawasan Padang Selatan, Selasa (21/6/2022) sore.

Kabid Tibum dan Tranmas Satpol PP Kota Padang, Deny Harzandy  mengatakan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwasannya salah satu wisma di kota padang merupakan tempat bebas mencari pasangan dan bebas berpasangan via telpon.

"Saya juga bingung via telpon ini apa maksudnya, kiranya ada program aplikasi yang namanya Michat," ujarnya kepada covesia, Selasa malam.

Dia juga mengatakan dalam operasi penggerebekan tersebut, pihaknya mengamankan 5 orang pria dan 4 orang wanita

"Mirisnya diantara mereka-mereka ini ada 3 orang wanita yang masih di bawah umur, yakni berusia 15, 16 dan 17 tahun," terangnya. 

Dia juga melanjutkan waktu penggerebekan di dalam kamar ada yang hanya memakai pakaian dalam saja.

"Makanya kami amankan, dan juga HP mereka kita amankan dulu, dengan alasan kita ingin memeriksa bagaimana via dan cara mereka melakukan transaksi," tegasnya.

Setelah ini kata Deny, ia akan minta petunjuk dari pimpinan, dan berkemungkinan besar akan dibawa ke panti rehabilitasi Andam Dewi Solok atau dilanjutkan ke pihak Kepolisian.

"Biar nanti Polisi yang menentukan apakah ini masuk ranah pidana atau tidaknya," jelas Deny. 

Dia juga mengungkapkan akan memeriksa mereka yang tertangkap lebih lanjut, apakah diantara mereka yang tertangkap ada yang sebagai mucikari atau tidak.

"Jika ada terindikasi sebagai mucikari maka akan langsung kita serahkan ke pihak Kepolisian," terangnya.

Selain itu, Deni juga menyebutkan, saat melakukan penggeledahan di salah satu kamar wisma, pihaknya menemukan sebilah samurai yang disembunyikan di bawah bantal. 

"Kegunaan sebilah pedang samurai itu hingga kini masih kami dalami, namun kami duga itu digunakannya untuk berjaga-jaga," ucapnya. 

Dia juga melanjutkan akan mencoba membongkar kasus ini di Hotel atau penginapan lainnya.

"Kita akan terus mencari dan menangkap sebanyak mungkin, supaya Padang tidak dipandang kotor oleh orang," tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, dari pantauan Covesia.com sembilan orang pria dan wanita yang telah diamankan, masih berada di Mako Satpol PP Kota Padang untuk dilakukan pendataan dan tes HIV oleh Dinas Kesehatan Kota Padang. 

Selanjutnya Satpol PP Kota Padang akan memanggil pihak penginapan untuk dimintai keterangan.

(adi) 

Berita Terkait

Baca Juga