12.417 Tenaga Honorer Pemprov Sumbar Bakal Dihapus Tahun Depan

12417 Tenaga Honorer Pemprov Sumbar Bakal Dihapus Tahun Depan Mahyeldi Ansharullah

Covesia.com - Pemerintah pusat memutuskan bahwa pada 2023 tidak ada lagi tenaga honorer. Hal itu menyebabkan 12.417 tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) bakal kehilangan pekerjaannya.

Kebijakan soal penghapusan tenaga honorer ini, kata Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor: 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kemudian, dilanjutkan dengan Surat Edaran (SE) Nomor: B/185/M.SM.02.03/2022 yang ditulis pada 31 Mei 2022 lalu dan diteken oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo.

"Dari 12.417 honorer yang bakal dihapus itu, sebanyak  8.872 di antaranya merupakan tenaga guru dan non guru di Lingkup Diknas Sumbar, kemudian 108 bidang kesehatan serta jabatan lainnya,"ungkapnya saat konferensi pers di Gubernuran, Rabu (22/6/2022).

Mahyeldi melanjutkan, sesuai kesepakatan rapat koordinasi gubernur se-Indonesia di Bali, April 2022 yang dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, meminta kepada pemerintah pusat untuk meninjau ulang keputusan itu.

“Kita sudah rakor dengan gubernur se-Indonesia, dan ini sudah menjadi sikap bersama. Kita minta ditinjau ulang,” jelasnya.

Seluruh gubernur se-Indonesia meminta aturan tersebut dikaji kembali. Karena kebijakan tersebut bisa mengakibatkan banyak honorer kehilangan pekerjaan dan berdampak pada kehidupan mereka.

Mahyeldi mengumpamakan, jika satu orang honorer saja yang memiliki satu orang isteri dan dua orang anak, lalu ada sekitar 10.000 honorer di Sumbar yang terdampak, maka ada 40.000 orang yang kehidupannya terdampak akibat kebijakan itu.

Jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk menimalisir dampak yang ditimbulkan. Antaranya, dengan melakukan kajian analisa jabatan dan kesiapan kerja serta peta jabatan.

Asisten I Setdaprov Sumbar, Devi Kurnia, mengatakan kalau untuk menampung sebanyak 12.417 tenaga honorer, sangat sedikit yang dapat ditampung, kemungkinan dengan mekanisme yang masih ada sekitar 20 persen tenaga honorer yang dapat ditampung. 

(ila)


Berita Terkait

Baca Juga