FIGC Usut Penghina Erick Tohir

Milan – Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero terancam sanksi dari Asosiasi Sepak bola Italia (FIGC) akibat melontarkan ucapan rasialis kepada Presiden Internazionale Milano, Erick Thohir. Secara resmi, jaksa setempat saat ini sedang melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

“Jaksa Federal dan asistennya telah melaporkan Presiden Sampdoria, Massimo Ferrero, yang secara terbuka menyatakan pernyataan diskriminatif dan etnis kepada Presiden Inter, Erick Thohir,” demikian pernyataan di situs resmi FIGC.

Kejadian ini bermula saat Ferrero menyatakan keprihatiannyan atas keputusan Massimo Moratti mundur sebagai presiden kehormatan Inter.

“Moratti adalah orang besar dan tampaknya tidak adil telah diperlakukan seperti itu. Moratti telah memberi begitu banyak untuk sepak bola Italia,” kata Ferrero dalam sebuah wawancara dengan RAI. Ia bahkan menyebut Erick Thohir sebagai orang Filipina.

Namun begitu, beberapa waktu berselang pasca-wawancaranya dengan RAI tersebut, Massimo Ferrero langsung meminta maaf atas keteledorannya. Permintaan maaf itu diunggahnya di laman resmi klub Sampdoria.

“Saya tak bermaksud merendahkan Erick Thohir maupun warga Filipina,” tulisnya.

Erick Thohir sendiri telah memaafkan pernyataan tersebut. “Saya bisa menerima ejekan tersebut sebagai sebuah guyonan atau tidak sama sekali. Saya tidak tinggi, dan saya tak akan pernah bisa tinggi. Saya tak kurus. Bagi kebanyakan orang saya bahkan tak terlihat tampan. Ini adalah fakta dan saya tak akan menyangkalnya,” ucap pengusaha asal Indonesia tersebut. (rio)

0 Comments

Leave a Comment

3 + 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password