Hujan Sering Terjadi Dengan Intensitas Panjang, Ini Penjelasan BMKG

Hujan Sering Terjadi Dengan Intensitas Panjang Ini Penjelasan BMKG Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Beberapa hari belakangan Kota Padang dan beberapa wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) hampir setiap hari diguyur oleh hujan dengan intensitas waktu yang panjang. Hal ini menurut  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) karena Sumbar saat ini masuk pada masa transisi atau peralihan musim.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Minangkabau Sakimin mengungkapkan, masa transisi saat ini adalah dari musim hujan ke musim kemarau. Pada fase seperti ini memang seringkali terjadi hujan dengan intesintas durasi yang lama.

“Beberapa hari belakangan memang hampir merata wilayah Sumatra Barat diguyur hujan, pada dasarnya kondisi ini normal pada fase peralihan musim, meskipun intensitasnya tidak terlalu lebat,” ujarnya, Sabtu (25/6/22).

Dia juga menyebutkan durasi hujan yang lama terjadi dengan intensitas rendah hingga sedang. Terkadang agak lebat, kemudian berhenti lalu tidak berapa lama hujan kembali terjadi. Kondisi ini terjadi baik di malam hari maupun siang hari.

Meski intensitas hujan sering, namun pada bulan Juni intensitas hujan ini masih dianggap normal karena seperti biasanya yaitu sekitar 400 milimeter lebih per bulan.

Dia juga menerangkan hujan dengan dengan intensitas lama itu misalnya terjadi di wilayah Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, hingga Kabupaten Solok. Dampak yang ditimbulkan juga sudah mulai terlihat seperti longsor yang terjadi di wilayah Sitinjau Lauik.

“Ada longsoron di dekat jalan di Solok, di Padang Pariaman juga sudah ada longsoran, ini karena curah hujan banyak karena durasi lama sehingga tanah menjadi jenuh,” katanya.

Selain longsor, potensi banjir juga bisa terjadi karena banyaknya curah hujan yang menaikkan volume air. Sehingga dia mengimbau agar masyarakat waspada terhadap banjir dan longsor.

Namun meski demikian, menurutnya cuaca seperti ini adalah hal yang biasa. “Sudah biasa terjadi seperti itu karena masa peralihan, dinamika atmosfer sangat tinggi, labil istilahnya seperti ini, ini musim pancaroba,” katanya.

BMKG juga memprediksi nanti pada bulan Juli pada umumnya wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Begitu juga sebagian wilayah Sumbar, meski demikian sebagian wilayah Sumbar merupakan zona non musim terutama di wilayah pantai yang menghadap Samudera Hindia.

Pada wilayah zona non musim ini hujan bakal ada sepanjang tahun. Perbedaannya hanya pada intensitas, yaitu pada musim hujan maka hujannya akan lebih banyak. Sementara pada musim kemarau akan tetap ada hujan namun intensitas lebih sedikit.

“Artinya akumulasi curah hujan dalam bulan kemarau lebih sedikit dibanding bulan bulan musim hujan,” katanya. Untuk kondisi hujan dengan durasi lama dia memprediksi hari ini dan besok mulai mereda.

"Namun pada Senin depan diprediksi masih akan terjadi pola hujan seperti beberapa hari ini yaitu intensitas rendah hingga sedang dalam waktu yang panjang," tutupnya.

Berita Terkait

Baca Juga