Gubernur: BOR Rumah Sakit Tinggi, Penyebab Padang Masih Laksanakan PPKM Level 4

0
479

Covesia.com – Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Padang masih tinggi. Hal itu mengakibatkan Padang masih melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Sekaitan dengan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan bantuan untuk Sumatera Barat berupa 50 unit oksigen konsentrator.

“Dengan pendistribusian oksigen konsentrator dari Panglima TNI diharapkan daerah lebih mampu menangani pasein, tidak semua dirujuk ke Padang sehingga BOR di Padang bisa ditekan,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi di Padang, Rabu (11/8/2021).

Lebih lanjut Gubernur mengatakan salah satu indikator Padang masih menjalani PPKM level 4 adalah BOR Rumah Sakit yang masih tinggi.

Namun hal itu terjadi karena Rumah Sakit di Kota Padang ini tidak hanya melayani pasien dari Padang, tetapi dari kebupaten/kota bahkan provinsi tetangga sehingga tingkat keterisian tempat tidur (BOR) untuk pasien COVID-19 tinggi.

Dengan adanya pemerataan peralatan sampai RS di daerah diharapkan BOR Rumah Sakit di Padang menurun dan level PPKM bisa diturunkan setelah batas waktu 16 Agustus 2021 selesai sehingga sektor perekonomian kembali bisa bergerak.

“Saat ini satu-satunya daerah yang masih menerapkan PPKM level 4 di Sumbar hanya Kota Padang. Jumlah itu menurun dari awal penerapan kebijakan itu yaitu tiga kota,” jelasnya.

Gubernur menilai penurunan daerah yang menerapkan kebijakan PPKM level 4 itu merupakan bukti bahwa penanganan COVID-19 di Sumbar terus membaik. Sekarang fokus diarahkan untuk mendukung Kota Padang agar juga bisa lepas dari penerapan kebijakan itu.

Ia menyebutkan untuk menekan penyebaran COVID-19 Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten dan kota berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam hal pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan. Sudah lebih dari 100 ribu masyarakat Sumbar yang abai prokes diberikan sanksi untuk memberikan efek jera agar ke depan bisa patuh dan disiplin melaksanakan prokes.

“Kita juga sudah punya 620 kongsi COVID-19 dan Nagari Tageh di Sumbar yang menyediakan tempat isolasi mandiri terpusat untuk pasien tanpa gejala atau gejala ringan. Ini sekaligus bisa menekan BOR RS,” ujarnya.
(lia)