Tabuik Harus Mendunia

Pariaman – Pesta rakyat Rang Piaman Tabuik adalah sebuah event kebudayaan yang sangat menarik dan unik. Festival Tabuik adalah perayaan yang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman menyatakan bahwa event Tabuik merupakan event andalan bagi pemerintah Kota Pariaman dalam menarik sejumlah wisatawan untuk datang menyaksikan acara tersebut.

Berikut wawancara khusus Ramono Aryo dari covesia.com dengan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman mengenai acara Tabuik yang sangat terkenal itu, Minggu (9/11/2014) di sela-sela puncak acara Pesta Tabuik di Pariaman, Sumatera Barat.

Bisa diceritakan tentang sejarah Tabuik ini pak?

Tabuik merupakan sebuah perayaan untuk memperingati meninggalnya cucu nabi Muhammad yang bernama Husein yang tewas pada tahun 61 Hijriyah, yang bertepatan dengan 680 Masehi saat perang Karbala. Perayaan ini dilaksanakan setiap tanggal 1-10 Muharam setiap tahunnya.

Dalam sejarah Pariaman, Tabuik pertama kali diperkenalkan serdadu Tamil yang menjadi bagian pasukan Inggris pimpinan Thomas Stamfort Raffles. Saat itu Inggris menguasai Bengkulu tahun 1826. Pasukan Tamil yang kebayakan Muslim setiap tahun menggelar pesta Tabuik dimana di Bengkulu bernama “Tabot”.

Kegiatan ini kemudian diikuti pula oleh masyarakat yang ada di Bengkulu dan meluas hingga ke Panian, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidi, Banda Aceh, Meulauboh dan Singkil. Dalam perkembangan berikutnya, ritual itu satu-persatu hilang dari daerah-daerah tersebut dan akhirnya hanya tinggal di dua tempat yaitu Bengkulu dengan sebutan Tabot dan Pariaman dengan sebutan Tabuik.

Apa saja ritual-ritual dalam pelaksanaan acara Tabuik ini?

Prosesi Ritual Budaya Tabuik Pariaman diawali dengna Membuat Daraga. Beberapa hari sebelum prosesi tabuik dimulai terlebih dahulu masing-masing rumah tabuik mendirikan sebuah tempat yang dilingkari dengan bahan alami (pimpiang) empat persegi dan didalam nya diberi tanda sebagai kiasan bercorak makam yang dinamakan dengan”daraga”.

Ritual-ritual lainnya yaitu, Mengambil tanah (tanggal 1 muharram), Menebang batang pisang (tanggal 5 muharram), Peristiwa maatam (tanggal 7 muharam), Maarak jari-jari (tanggal 7 muharam), Maarak saroban (petang tanggal 8 muharam), Tabuik naik pangkat (dini hari tanggal 10 muharam), Pesta hoyak tabuik (tanggal 10 muharam), Tabuik dibuang kelaut(petang tanggal 10 muharam).

Hal apa saja yang sudah pemerintah kota Pariaman lakukan untuk menjadikan Tabuik sebagai event akbar yang dinantikan oleh masyarakat?

Banyak hal yang sudah kami lakukan untuk menjadi acara Tabuik sebagai acara yang dinantikan oleh masyarakat. Publikasi dan promosi telah kita lakukan agar acara ini bisa dikenal oleh masyarakat, tidak hanya lokal tapi juga mancanegara. Namun kita juga membutuhkan partisipasi dari seluruh masyarakat agar Tabuik ini semakin dikenal di dunia.

Kendala apa yang ditemui dalam mengembangkan acara ini?

Hingga saat ini belum ditemui kendala yang berarti. Setiap persoalan yang ditemui dilapangan masih bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat.

Bagaimana animo masyarakat tentang acara Tabuik ini?

Animo masyarakat sangat tinggi, hal ini terlihat dari tingkat kunjungan saat acara Tabuik berlangsung. Tahun ini kita menargetkan sekitar 100.000 wisatawan yang datang ke Pariaman selama rangkaian acara berlangsung. (***)

0 Comments

Leave a Comment

12 − eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password