Kasus Perizinan Pemakaman di Bogor, Mantan Kepala Bappebti Kemendag Divonis 8 Tahun

Jakarta – Mantan Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan, Syahrul Raja Sempurnajaya, divonis delapan tahun penjara dan denda Rp800 juta karena melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam kasus perizinan pemakaman di Bogor.

“Menjatuhkan pidana pada Syahrul Raja Sempurnajaya dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp800 juta subsider enam bulan kurungan,” kata ketua majelis hakim Sinung Hermawan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut Syahrul dihukum sepuluh tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider delapan bulan kurungan.

Vonis tersebut berdasarkan lima dakwaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang terbukti dilakukan oleh Syahrul.

Syahrul terbukti memeras ketua Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia(APBI) I Gede Raka Tantra dan Ketua Ikatan Perusahaan Pedagang Berjangka Indonesia (IP2BI) Fredericus Wisnubroto sebesar Rp1,675 miliar.

Selain itu Syahrul juga terbukti menerima hadiah berupa Rp1,5 miliar dari Maruli T Simanjuntak karena melakukan mediasi antara Maruli dan CV Gold Asset yang merupakan anak.

perusahaan PT Axo Capital Futures yang berada di bawah pengawasan Bappebti.

Dakwaan ketiga, Syahrul terbukti menerima hadiah berupa uang sekitar Rp7 miliar karena membantu memproses pemberian izin usaha lembaga kliring berjangka PT Indokliring Internasional.(ant/lif)

0 Comments

Leave a Comment

eleven − three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password