Cabai Merah Beri Andil Terjadi Inflasi pada Juli 2022 di Sumbar

Cabai Merah Beri Andil Terjadi Inflasi pada Juli 2022 di Sumbar Ilustrasi - Pedagang cabai di Pasar Raya Padang

Covesia.com - Kepala Badan Pusat Statistik Sumatera Barat, Herum Fajarwati mengatakan Sumbar mengalami inflasi sebesar 1,22 persen di bulan Juli 2022. Hal itu berdasarkan perkembangan yang dipantau di dua kota Padang dan Bukittinggi. 

"Inflasi tahun ke tahun mencapai 8 persen. Perkembangan kota Padang dari 90 kota yang alami inflasi Padang menjadi urutan ke 9 dengan angka 1, 35 persen dan Kota Bukittinggi urutan ke 84  yakni 0,24 persen," ungkap Herum, Senin (1/8/2022).

Selama 7 bulan 2022 Sumbar selalu mengalami inflasi dan belum pernah deflasi. Dari 7 bulan tersebut 4 bulan diantaranya lebih dari 1, atau lebih dari 1 persen. 

Inflasi terjadi karena kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi dan memberikan andil 0,65 persen. Kemudian kelompok transportasi juga memberikan andil 0,33 persen. Kelompok ketiga adalah pendidikan memberikan andil 0,11 persen. Kelompok lain juga memberikan andil namun lebih rendah. 

"Komoditas pendorong inflasi di Juli antaranya cabai merah yang mengalami perubahan harga 33,37 persen. Kemudian angkutan udara, sekolah dasar, air kemasan, bawang merah, cabai hijau, beras, sewa rumah, telur ayam ras dan sekolah menengah atas," ungkapnya. 

Ia juga menjelaskan komoditas penghambat inflasi di bulan Juli yakni daging ayam ras, minyak goreng, ayam hidup, emas perhiasan, ikan tongkol, ikan cakalang, daging sapi, kentang, jeruk dan ikan gembolo.

Berita Terkait

Baca Juga