Zulkifli Hasan Mengaku Ditanya Masalah Tata Ruang

Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan selesai menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemeriksaannya terkait kasus dugaan suap alih fungsi peruntukan hutan di Riau.

“Hari ini saya menjadi saksi untuk tersangka Gubernur Riau (non aktif) Annas Maamun dan pengusaha Gulat Manurung,” kata Zulkifli usai diperiksa KPK, Rabu (12/11) sore. Zulkifli tampak keluar dari gedung KPK sekitar pukul 17.30 WIB dan dia menjalani pemeriksaan hampir tujuh jam.

Ketua Majelis Permusyawaratan itu mengaku ditanya penyidik mengenai tata ruang Propinsi Riau. Zulkifli menyebutkan, saat memimpin Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menyelesaikan masalah tata ruang Propinsi Riau. “Ini suatu prestasi bagi kami (Kemenhut) karena masalah tata ruang itu sudah lama tak terselesaikan,” katanya.

Zulkifli menambahkan, permasalahan tata ruang adalah kewenangan gubernur selaku kepala daerah. Namun tentunya harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat apabila semua persyaratannya telah lengkap.

“Perubahan tata ruang itu kewenangan gubernur dan boleh diajukan perubahannya minimal dalam lima tahun. Nah, untuk Riau belum ada persetujuan tapi telah ada kejadian lain,” ujarnya tanpa merinci kejadian lain yang dimaksud.

Diketahui, Annas diduga menerima suap dari pengusaha Gulat Medali Emas Manurung. Diduga, pemberian suap dilakukan agar status hutan tanaman industri (HTI) seluas 140 hektar di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, diubah menjadi area peruntukan lainnya. KPK juga menetapkan Gulat sebagai tersangka. Penetapan keduanya sebagai tersangka berawal dari operasi tangkap tangan di Perumahan Citra Grand, Cibubur, Jakarta, Kamis (25/9) lalu. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

two × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password