Momen 17 Agustus 2022, BKSDA Sumbar Larang Wisata Alam, Petualang Hingga Pendakian Gunung

Momen 17 Agustus 2022 BKSDA Sumbar Larang Wisata Alam Petualang Hingga Pendakian Gunung Ilistrasi (Pixabay)

Covesia.com - Kawasan Obyek Daya Tarik Wisata Alam di Kawasan Suaka Margasatwa (SM) dan Taman Wisata Alam (TWA) ditutup sementara selama momen kemerdekaan RI 17 Austus 2022

Hal itu tertuang dalam surat pengumuman BKSDA nomor  PG.1427/K.9/TU/KSA/8/2022. 

Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono menjelaskan penutupan obyek daya tarik wisata merujuk ke Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor: 2 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 di Wilayah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

"Keputusan ini merujuk ke instruksi mendagri dan juga sebagai tindak lanjut Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19," jelas Ardi dalam pernyataan resminya, Kamis (11/8/2022).

Dikatakan Ardi, penutupan dilakukan untuk sejumlah area seperti Gunung Marapi, Gunung Sago, Gunung Tandikat dan Gunung Singgalang. 

"Penutupan dilakukan untuk kegiatan wisata alam, pendakian, wisata petualangan. Termasuk kegiatan pendakian dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Tanggal 17 Agustus 2022," jelasnya.

Ardi menjelaskan penutupan ini bertujuan untuk menjaga kawasan agar tetap terjaga keutuhannya. Sebab saat peringatan kemerdekaan akan banyak area yang dikunjungi oleh para pendaki. Sementara kapasitas pengunjung akan melebihi kawasan obyek wisata.

"Kawasan Gunung Merapi hanya mampu menampung 150 orang pengunjung dalam suatu masa kunjungan, dengan dasar lebar jalur, panjang jalur, tempat berkemah, sumber air hingga kelengkapan sarana termasuk akses masuk kawasan. Kalau saat kemerdekaan ini pengunjung akan melampaui batas," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ardi, penutupan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan bagi para pendaki, mencegah kerusakan kawasan, mencegah timbulnya sampah pendaki yang dapat merubah perilaku dan membahayakan satwa. 

Lebih lanjut, penutupan ini diberlakukan sampai waktu yang ditentukan. Selain itu, BKSDA juga menempatkan petugas di jalur pendakian agar tidak ada pendaki liar.

"Kita juga akan tempatkan tim di jalur pendakian untuk menghindari pendaki liar," tutupnya.

(adi)

Berita Terkait

Baca Juga