- Advertisement -
BerandaHeadlineBegini Kata Ketua DPRD Sumbar Terkait Rehab Rumah Dinas yang Telan Biaya...

Begini Kata Ketua DPRD Sumbar Terkait Rehab Rumah Dinas yang Telan Biaya 5,6 M

- Advertisement -

Covesia.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Supardi mengklarifikasi terkait rehab rumah dinas yang tengah dihebohkan masyarakat. Sebab, rehab tersebut menelan biaya cukup besar yakni Rp5,6 miliar dan diadakan ketika pandemi COVID-19.

“Kami ingin meluruskan bahwa rehab gedung itu Rp5,6 miliar. Tidak ada rehab pagar hanya gedung yang di belakang, sebab dibangun sejak tahun 2005, secara konstruksi tidak memadai lagi,” ungkap Supardi saat konferensi pers di rumah dinasnya, Sabtu (21/8/2021).

Lebih lanjut Supardi menjelaskan bahwa gedung di belakang rumahnya itu sudah rusak parah dan bocor saat hujan. Bahkan ia menyebutkan gedung itu untuk menerima tamu, dan rapat.

“Kita masih terima tamu sampai malam, rapat pra RPJMD bahkan di sana juga, rapat dengan akademisi, serta wali nagari. Sebab kalau ruang ini (rumah dinasnya) tidak di setting untuk rapat. Bahkan gedung yang di belakang itu tidak ada MCK-nya,” jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa rencana untuk merehab gedung di belakang rumah dinas tersebut sudah lama, namun baru tereksekusi tahun ini.

Perihal dana yang digunakan mencapai Rp5,6 miliar, kata Supardi, karena bangunan dirancang adalah konstruksi anti gempa dan shelter, maka nilainya cukup tinggi.

“Kalau bisa dengan dana Rp2 miliar kenapa tidak. Gedung tersebut bukan tempat untuk keluarga Ketua DPRD atau kepentingan pribadi Ketua DPRD, tapi dipergunakan untuk rapat, menerima tamu, juga bisa untuk isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.

Supardi menjelaskan, 2 ruangan di rumah dinasnya yang sekarang pernah dijadikan tempat isolasi untuk pasien Covid-19.

Tak hanya itu, Supardi mengaku bahwa polemik tentang rumah dinas ini sudah menyebar bahkan se Indonesia.

“Saya ditelepon DPP Gerindra dan juga Andre Rosiade. Kita kena tegur karena dari awal Covid-19, Gerindra sangat komitmen untuk menyelesaikan pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Baca juga: Andre Rosiade Tegur Keras Ketua DPRD Sumbar dan Minta Hentikan Renovasi Rumah Dinas

Maka, dirinya melakukan klarifikasi. “Atas nama pribadi dan pimpinan DPRD kami minta maaf kalau polemik ini mengganggu kenyamanan di Sumbar, semoga ini bisa mengclearkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Perihal dirinya dinilai tidak peka karena merehab rumah dinas saat pandemi, Supardi mengaku sedih.

“Kita merasa sedih, kita dianggap tidak pro dengan masyarakat. Kalau mau dihentikan, silakan dihentikan karena ini kewenangan provinsi. Bahkan kalau masyarakat minta rumah ini dikosongkan kita akan kita kosongkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Supardi juga mengajak awak media yang ikut konferensi pers untuk melihat kondisi rumah dinasnya.

“Fasilitas di rumah ini masih tetap yang lama, bahkan mobil dinas sudah lama, jangan ditanya lagi rusaknya. Tapi Saya tetap komit dan konsen dengan penanganan Covid-19 di Sumbar,” jelasnya.

Terkait ruangan fitnes, dirinya mengaku tak pernah menggunakan sama sekali. Peralatan fitnes tersebut sudah ada sebelum dirinya menempati rumah tersebut.

“Rumah tempat kita berdiam ini belum ada renovasi sama sekali. Bahkan kalau hujan drainase di rumah dinas tersebut juga bermasalah sehingga menimbulkan bau, jadi siapa yang tidak pro rakyat sebenarnya,” ujarnya.

Supardi beralasan kenapa rumah dinasnya tidak diperbaiki karena masih layak, furniturnya juga layak jadi tak ada yang diganti.


“Ini peninggalan Ketua DPRD yang lama. Ini masih sangat layak untuk dipakai,” ujarnya.

(ila)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -