Padang Termasuk dalam 34 Kabupaten/kota yang Harus Perpanjang PPKM Level 4

0
141
Ilustrasi - Foto: Covesia/Laila

Covesia.com – Padang masuk ke dalam daftar 34 Kabupaten kota yang harus perpanjang status PPKM level 4. Setelah pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di luar Jawa-Bali hingga 6 September 2021.

“Terdapat pengurangan jumlah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM kali ini. Sisanya 34 kabupatan/kota masih tetap berada di level 4, dan ini dituangkan dalam instruksi Mendagri bahwa perpanjangan akan dilakukan 24 Agustus-6 September,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Senin (23/8/2021) malam.

Airlangga mengatakan dari segi kasus aktif di luar Jawa berkontribusi 52,3 persen terhadap nasional. “Dan kasus aktif ini kita lihat terjadi penurunan,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri No 36 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 dan menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia agar melaksanakan PPKM level 4 di 34 Kabupaten Kota.

Artinya, untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pedagang asongan, pasar loak, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat, memakai masker, mencuci tangan, dan yang pengaturan teknisnya adalah pemerintah daerah.

Untuk pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum seperti warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya, diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Pengaturan teknisnya diatur oleh pemerintah daerah.

Sementara, untuk restoran/rumah makan dan kafe dengan skala kecil, sedang atau besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dapat melayani makan di tempat/dine in dan dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 25 persen, 2 (dua) orang per meja dan menerima makan dibawa pulang/delivery/take away dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50
persen dengan jam operasional dari pukul 10.00 waktu setempat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat dengan memberlakukan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan.

Tempat ibadah (Masjid, Musalla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25 persen atau maksimal 30 (tiga puluh) orang sampai dengan 50 (lima puluh) orang.

(ila/rdk)