- Advertisement -
BerandaNewsDiduga Depresi Karena Sakit, Seorang Pria Paruh Baya Gantung Diri di Pondok...

Diduga Depresi Karena Sakit, Seorang Pria Paruh Baya Gantung Diri di Pondok Sawah

- Advertisement -

Covesia.com – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di dalam sebuh pondok sawah. Diduga pria tersebut depresi karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Korban berinisial Y (57) ini adalah seorang warga Koto Panjang Jorong Kelabu Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.

Menurut keterangan dari warga, korban nekat gantung diri karena keputusasaan akibat menderita sakit yang telah lama tak kunjung sembuh.

“Dari keterangan saksi, mereka pertama kali melihat korban sudah gantung diri dengan seutas tali warna hitam yang diikatkan ke sebuah kayu di dalam pondok tersebut. Korban sendiri ditemukan pada, Rabu (25/8/2021) pukul 05.30 Wib pagi kemarin,” ujar Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah melalui Kasat Reskrim, Iptu Nofrizal, Kamis (26/8/2021).

Iptu Nofrizal menyebutkan, peristiwa itu berawal sekira pukul 05.00 wib kemarin, korban Y (57) berangkat dari rumah. Karena, Y tidak diketahui ke mana perginya, akhirnya sekira pukul 05.30 WIB keluarga korban pergi mencari korban.

Namun kata Nofrizal, ketika keluarga korban sampai disebuah pondok sawah, mereka tiba-tiba dikagetkan dengan penemuan jasad korban yang sudah tergantung di dalam pondok sawah milik Ahmad Danuar tersebut.

Iptu Nofrizal menambahkan, setelah keluarga korban menemukan jenazah pria paruh baya itu. Selanjutnya pihak keluarga langsung melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian di daerah Duo Koto.

“Setelah anggota Polisi mendapat laporan, pada pukul 07.30 wib, Kanit Reskrim Polsek Dua Koto IPDA Jules Andamori berangkat ke TKP. Saat ke TKP, Kanit Reskrim Polsek Duo Koto didampingi Kanit IK Bripka Ahmad Husin, Bhabinkamtibmas Nagari Simpang Tonang Bripka Saman Hani, Babinsa Simpang Tonang Serda Wahyu, Serda Hendri Jansen, Wali Nagari Simpang Tonang Drs. Yoprimadi, Wali Nagari Persiapan Simpang Tonang Utara Perri Goroniko, serta dr. Sari dari Puskesmas Simpang Tonang,” terangnya.

Berdasarkan informasi dari beberapa saksi, dan pihak keluarga, diketahui jika Yosrawadi sebelumnya mempunyai sejumlah penyakit.

“Diduga korban depresi akibat penyakitnya itu. Sehingga korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri,” terang Kasat Reskrim.

Selanjurnya kata Nofrizal, setelah anggota kepolisian mendatangi TKP, selanjutnya anggota langsung mengamankan BB, mencatat saksi – saksi. Sedangkan pemeriksaan fisik atau identifikasi dilakukan oleh dr. Sari dari Puskesmas Simpang Tonang.

Dari hasil pengecekan medis, korban mengalami luka di bagian leher akibat jeratan tali Petugas juga tidak menemukan bukti-bukti adanya penganiayaan dan korban murni dinyatakan gantung diri.

“Dengan adanya kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan menolak korban untuk dilakukan otopsi dan menerima bahwa kejadian tersebut merupakan musibah,” tutupnya.

(hri)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -