Dituding 'Abuse Of Power', Bupati Agam: Setiap Orang Bisa Mengatakan Apapun

Dituding Abuse Of Power Bupati Agam Setiap Orang Bisa Mengatakan Apapun Bupati Kabupaten Agam Andri Warman (Foto: Covesia-Pariyadi)

Covesia.com - Bupati Kabupaten Agam Andri Warman enggan menanggapi terkait dirinya yang dituding melakukan 'abuse of power' atau penyalahgunaan wewenang dan jabatan terkait proyek di lingkungan Pemkab Agam.

Dugaan penyalahgunaan wewenang itu awalnya dibongkar oleh Ketua Komisi III DPRD Agam Zulhefi.

"Oh tidak ada statement dari saya soal itu," kata Andri Warman saat covesia.com meminta tanggapannya mengenai permasalahan tersebut, usai menghadiri acara pengukuhan Guru Besar di Universitas Andalas, Senin (19/9/2022).

Lebih lanjut dia berkelakar, itu kan hanya omongan, setiap orang bisa mengatakan apapun.

"Anda juga bisa mengatakan itu kepada saya, dan sayapun juga bisa," kelakarnya.

Dia mengatakan jika dugaan tersebut memiliki bukti maka boleh langsung dilaporkan ke penegak hukum atau ke kejaksaan.

"Kalau ada bukti ya laporkan saja. Buktikan kalau memang iya," ujarnya.

Sebelumnya Zulhefi menduga adanya bagi-bagi proyek yang diberikan Andri Warman kepada CV Exellent.

Dugaan tersebut menguak dikarenakan CV Exellent yang notabenenya dianggap CV kecil mendapatkan 6 proyek Pemkab selama setahun.

Saat Zulhefi menemui Ibnu Sakdi selaku direktur CV Exellent, ia mengaku mendapat proyek kontruksi dari berbagai dinas karena berperan sebagai timses Bupati Agam pada Pilkada 2020 lalu.

Selain itu, dugaan bagi-bagi proyek juga diperkuat dengan sebuah pesan WhatsApp Bupati. Dia mengaku mendapat pesan WA, untuk membicarakan proyek-proyek, sebaiknya bertemu juga dengan Direktur CV Exellent.

"Artinya, selain bagi-bagi proyek, ada kongkalikong antara Bupati dan direktur CV Exellent,” tuduhnya.

(adi)


Berita Terkait

Baca Juga