Wagub Sumbar : 30 Persen Biaya Logistik di Indonesia Berasal dari Biaya 'Siluman'

Wagub Sumbar  30 Persen Biaya Logistik di Indonesia Berasal dari Biaya Siluman

Covesia.com - Mahalnya biaya angkutan logistik di Indonesia menjadi pertanyaan bagi Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar, Audy Joinaldy, selain itu dia juga membandingkan biaya tersebut dengan beberapa negara tetangga.

Menurutnya terdapat 30 persen biaya logistik di Indonesia tercipta dari biaya "siluman", hal ini diungkapkan wagub saat membuka secara resmi Musyawarah Wilayah III DPW  ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics & Forwarders Association) Sumatera Barat (Sumbar) yang berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang, Rabu (21/9/2022).

"Sudah diketahui masyarakat dunia, Indonesia adalah negara dengan biaya logistik termahal di Asia. Ini sangat menarik untuk di kaji, apalagi 30 persen biaya logistik di timbulkan oleh biaya siluman," ucapnya.

Audy Joinaldy pun menjelaskan biaya makan di mall Kualalumpur, Malaysia lebih murah ketimbang biaya makan di mall yang ada di Jakarta.

"Makan di Mall di Kulalumpur, Malaysia jauh lebih murah ketimbang makan di mall yang ada di Jakarta. Begitu juga di Thailand. Lebih murah ketimbang Indonesia. Salah satu indikatornya adalah mahalnya biaya logistik di Indonesia," ungkapnya.

"Jelas yang terimbas tentu konsumen di Indonesia yang menanggung kemahalan dari biaya yang ditimbulkan tersebut," sambungnya.

Lebih lanjut, Wagub juga menyoroti murahnya biaya logistik dari China ke Indonesia, ketimbang biaya logistik antar daerah di Indoneisia.

"Wajar saja, harga barang produksi China lebih murah di bandingkan produk kita. Ini sangat menarik, dibutuhkan kajian-kajian kenapa semua ini bisa terjadi. Oleh karena itu dibutuhkan rancangan logistik 4.0 dalam mencari solusinya," tambahnya.

Menurut Wagub, Sumbar tidak beruntung dari sektor geografis untuk mengirim barang ke China dan berbagai negara lainnya. Tetapi, Sumbar bisa mengoptimalkan eksport barang ke berbagai negara di kawasan Asia Selatan seperti India yang biaya logistiknya lebih murah," ungkapnya.

Dan dia berharap agar semua Stakeholder terkait dapat mencari jalan keluar dari permasalahan ini, agar dapat menekan harga yang saat ini melambung di pasaran.

(adi)

Baca Juga