Pemerintah Daerah Diminta Audit Operasional Dua Pabrik Kelapa Sawit di Pesisir Selatan

Pemerintah Daerah Diminta Audit Operasional Dua Pabrik Kelapa Sawit di Pesisir Selatan Ilustrasi

Covesia.com - Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan mendesak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mengaudit operasional dua unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Incasi Raya Grup di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Sumatera Barat. 

Hal itu disampaikanya oleh Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional,  Novermal. Dia mangatakan, PKS milik Incasi Raya Grup di Pessel sudah satu setengah bulan tidak lagi membeli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa kawit dari kebun swadaya masyarakat, sementara PKS tersebut masih terus beroperasi mengolah TBS dari kebun milik sendiri. 

"Kita meminta pemerintah mengaudit operasional dua PKS milik Incasi Raya Grup tersebut, karena sudah satu setengah bulan tidak membeli TBS kelapa sawit dari kebun masyarakat, akan tetapi sejauh ini pabrik tetap beroperasi mengolah TBS dari kebun mereka," ujarnya. 

"Kalau memang ada kerusakan mestinya di-off-kan dulu, dan diperbaiki segera. Tidak boleh main menang sendiri seperti itu," sambungnya melalui keterangan tertulis diterima Covesia.com, Kamis (29/9/2022).

Dijelaskan Novermal, ketika Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi DPRD Pessel dengan Lintas Sektoral tentang persoalan harga TBS kebun swadaya di Pessel pada Jumat, (23/9/2022), pihak Incasi Raya Grup mengatakan bahwa pihaknya sudah satu setengah bulan tidak lagi membeli TBS kebun swadaya dengan alasan ada kerusakan pada peralatan pabrik.

Lanjutnya, sebelum RDP dua pabrik tersebut yaitu Incasi Raya Sodetan POM dengan kode "sdtn", dan Sumatera Jaya Agro Lestari dengan kode "sjal" terus merilis harga TBS, dan harganya di bawah Rp1.000 per kilogram. Akan tetapi setelah RDP, dua PKS ini tidak lagi merilis harga seperti sebelum RDP.

"Mereka malah membeli dengan harga seenak perutnya saja, sementara PKS yang lain membeli dengan harga Rp1.800 per kilogram, namun mereka tidak sampai Rp1.000. Hal semacam ini diduga Incasi Raya Grup menolak TBS kebun swadaya karena kebun mereka lagi panen raya," tuturnya yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia. 

Lanjutnya, harga TBS kebun swadaya Pessel per tanggal 29 September 2022, PKS Transco Energi Utama (TUE) turun Rp120 jadi Rp1.745, Incasi Raya Sodetan POM (sdtn) tidak merilis harga, dan Sumatera Jaya Agro Lestari (sjal) tidak merilis harga. Ketiga PKS tersebut milik Incasi Raya Grup.

"Untuk itu, saya mendesak Bupati segera membentuk Tim Penetapan Harga TBS Kebun Swadaya di Pessel sebagaimana diamanatkan Pergub Sumbar No. 28 Tahun 2020," 

Sebagaimana diketahui, Pergub Sumbar No. 28 Tahun 2020 Pasal 12 ayat (9), berbunyi: Penetapan harga TBS untuk kelembagaan pekebun swadaya yang belum memenuhi persyaratan mutu TBS, didasarkan pada perhitungan dan kesepakatan antara pekebun swadaya dan PKS yang ditetapkan oleh Bupati melalui Dinas yang menyelenggarakan urusan di bidang perkebunan kabupaten dan kota.

Baca Juga