- Advertisement -
BerandaNewsPolisi Ungkap Asal Muasal Senapan Angin yang Tewaskan Lansia di Payakumbuh

Polisi Ungkap Asal Muasal Senapan Angin yang Tewaskan Lansia di Payakumbuh

- Advertisement -

Covesia.com – Satreskrim Polres Payakumbuh mengungkap asal senapan angin yang membuat salah seorang Lansia IP (63) yang tewas terkena peluru nyasar oleh tetangganya sendiri ND (42). Senapan tersebut dibeli secara daring dan sempat mengalami kerusakan.

“Senapan angin tersebut merek Franklin warna hitam caliber 4,5 mm. Dibeli secara online. Setelah dibeli, senapan ini dimodifikasi. Sempat mengalami kerusakan, namun diperbaiki oleh pemiliknya,” sebut Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Akno Pilindo, Rabu (1/9/2021).

Baca: Lansia di Payakumbuh Meninggal Usai Tertembak Senapan Angin Tetangga

Dalam penggunaannya, senapan angin ini untuk berburu tupai dan musang yang banyak di sekitar rumah NR. Namun, berapa harga membeli senapan ini tidak dirinci oleh Kasat Reskrim.

“Sebelum kejadian, senjata itu sempat diperbaiki oleh pelaku dan setelah itu ditembakkan ke arah kandang ayam, namun ternyata di sana ada korban,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, korban pun langsung dilarikan ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Namun nyawa korban sudah tak tertolong hingga dia akhirnya meninggal dunia,” kata Aknopilindo.

Saat ini, katanya, pelaku beserta barang bukti (BB) sudah ditahan di Polres Payakumbuh.

“Kami sita satu senapan angin milik pelaku dan kami juga sudah menahannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Seorang lansia inisial IP(63) meninggal dunia setelah tertembak senapan angin tetangganya NR (42), Selasa (31/8/2021) di Kapalo Koto Ampangan, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, Namun nyawanya tidak bisa ditolong.

Kejadian bermula saat NR melatih akurasi menembaknya di halaman belakang rumah. Untuk menembak, NR menggunakan senapan angin rakitan. Targetnya telah disiapkan yakni dinding yang telah digambar dengan jarak sasaran tempat sejauh 15 meter. Namun, setelah ditembak, peluru nyasar ke bahu IP yang tengah bekerja tak jauh dari lokasi.

Mengetahui IP tertembak, spontan ND dan warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Adnan WD Payakumbuh. Satu jam menjalani tindakan medis, nyawa IP tidak lagi tertolong.

(agg/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -