Beras Berikan Andil Paling Besar Terjadinya Inflasi di Sumbar

Beras Berikan Andil Paling Besar Terjadinya Inflasi di Sumbar Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan berbagai komoditas menjadi penyebab inflasi di Sumbar. Di September 2022 inflasi tahun berjalan di angka 6,95 persen. Lalu pada Oktober turun menjadi 6,71 persen.

Herum menyebutkan bila melihat pada Oktober 2022 inflasi (yoy) Kota Padang sebesar 7,92 persen dan Kota Bukittinggi sebesar 7,49 persen. Secara agregat, inflasi (yoy) Sumbar (gabungan 2 kota) sebesar 7,87 persen.

"Beras adalah komoditas pemberi andil inflasi terbesar, setelah ikan tongkol, angkutan udara, dan bensin. Andil yang disumbangkan beras terhadap inflasi Sumbar 0,18 persen," ungkapnya. 

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil dominan terhadap inflasi yoy Sumbar Oktober 2022 seperti bensin, angkutan udara, beras, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, mobil, rokok kretek filter, sabun detergen bubuk/cair, bawang merah, dan beberapa komoditas lainnya.

Lebih lanjut Herum menjelaskan Inflasi di Sumbar terjadi karena adanya kenaikan IHK pada semua kelompok pengeluaran, yakni kelompok transportasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Lalu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan. Kelompok kesehatan sebesar 2,34 persen. Kelompok pendidikan, dan kelompok pakaian dan alas kaki.

Baca Juga