Pengurus KBI Sumbar Masa Bakti 2022-2026 Resmi Dilantik

Pengurus KBI Sumbar Masa Bakti 20222026 Resmi Dilantik

Covesia.com - Pengurus baru Provinsi Kick Boxing Indonesia (KBI) Sumatera Barat periode masa bakti 2022-2026 resmi dilantik dan dikukuhkan, Minggu (20/11/2022) di Hotel Ibis.

Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar KBI Indonesia, Ngatino serta turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kadispora Sumbar Dedy Diantolani serta Ketua Koni Sumbar yang diwakili oleh Rahmatul Akbar.

H. Maidestal Hari Mahesa SSos MM selaku Ketua Pelaksana acara ini mengatakan dalam laporannya pelantikan ini sesuai dengan Surat Keputusan, Nomor : Kep-17/PP.KBI/VIII/2022 tentang Pengukuhan Personalia Pengurus Provinsi Kick Boxing Indonesia (PENGPROV.KBI) Sumatera Barat Masa Bakti 2002-2026.

"Program pertama pengurus Pengprov KBI Sumbar selain pelantikan juga akan melakukan upgreding yang diikuti sebanyak 27 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota Sumbar," terangnya.

Pelantikan ini katanya juga sesuai dengan AD/ART KBI Ketetapan Munas I KBI tahun 2018 dan Munas II tahun 2022 di Jakarta, serta berdasarkan surat Pengprov, tentang pencabutan SK pengurus lama.

Dalam sambutannya Ketua Pengurus KBI Sumbar terpilih Daswippetra mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sehingga hari ini dirinya dapat dilantik  menjadi ketua Kick Boxing Sumatera Barat.

"Setelah pelantikan tanggung jawab kick boxing Sumbar berada di pundak kita bersama maju dan mundurnya Kickboxing di Sumatera Barat adalah tanggung jawab kita," jelasnya.

Sementara itu Ketua Umum PB KBI, Ngatino mengatakan terimakasih kepada oeang-orang yang mau mengangkat Kick Boxing Indonesia.

Dia juga menceritakan saat pertama kali Indonesia mengikuti event Sea Games di Cabor Kick Boxing kala itu menggunakan dana pribadi dan semuanya berjuang keras.

"Suatu kebanggaan kita semua yang jelas pada SEA Games pertama kita mendapat kesempatan, 8 atlet yang kita kirim semuanya masih mandiri, kita mandiri, kita biayai semuanya secara mandiri walaupun belum mendapatkan medali emas tapi 8 nya mendapatkan mendali perak dan perunggu," jelasnya.

Lebih lanjut katanya di PON Papua pihaknya kembali mendapatkan ujian dan tantangan lagi, namun berkat kerjasama dan kuatnya keinginan semuanya dapat berjalan dengan baik.

"Tentunya ini menjadi tonggak untuk ikut PONdi Sumatera Utara," ungkapnya.

Bahkan dalam Sea Games kemaren katanya pihaknya meminta pelatih terbaik di Asia kepada pengurus Kick Boxing Asia dan dikirimkan dua pelatih yang terbaik untuk melatih kick boxing di Indonesia.

"Dan hasilnya, Alhamdulillah kemarin dapat 2 medali emas satu perak dan satu perunggu, awalnya orang tuh, kaget Apa itu Kick boxing, itu awalnya kita inilah perjuangan dan Alhamdulillah sekarang sudah diperhatikan pemerintah," jelasnya.

Sehingga dia meminta untuk ke depannya agar semuanya dapat berjuang dulu dan tunjukkan kalau kick boxing bisa.

"Bagaimana caranya, itu kita harus bekerja sama jangan sampai ketua pengurus cuma urusin pengurusnya, kalau organisasinya nggak sulit berarti bahwa informasinya juga tidak akan sampai. Kekurangan pasti ada tetapi jangan sampai kekurangan itu menimbulkan masalah yang cukup berat sehingga menghambat jalannya organisasi," imbuhnya.

Disisi lain, Rahmatul Akbar sebagai perwakilan KONI Sumbar mengingatkan untuk persoalan terkait dengan pembinaan karena ini menjadi sebuah tantangan sebagai pelabuhan yang baru tumbuh.

"Mungkin menjadi tantangan untuk bisa memberdayakan semua potensi, dengan pembinaan tersebut artinya proses proses adanya seleksi di tingkat daerah yang akan menjadi cikal bakal atlet Sumatera Barat untuk bertarung ke tingkat nasional dan bukan tidak mungkin untuk ke tingkat Multinasional," jelasnya.

"Jadi semuanya harus dipersiapkan artinya minimal ada satu game dengan satu pelatih yang sudah melakukan verifikasi," sambungnya.

Dia juga mengharapkan pada PON selanjutnya Kick Boxing Sumbar dapat meraih prestasi yang baik.

Baca Juga