Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Berjanji 75 Persen Suara Masyarakat Sumbar Milik Anies di Pilpres 2024

Niniak Mamak dan Bundo Kanduang Berjanji 75 Persen Suara Masyarakat Sumbar Milik Anies di Pilpres 2024 Foto: Lisa Septri Melina/Covesia.com

Covesia.com - Niniak Mamak di bawah naungan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar sepakat bahwa niniak mamak yang tersebar kabupaten dan kota akan memilih Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh tokoh adat Minangkabau, Syamsul Rahim saat kunjungan Anies beserta rombongan ke LKAAM Sumbar, Minggu (4/12/2022) siang.

"Kami afiliasi kepada pak Anies calon presiden karena LKAAM dan Bundo Kanduang tidak boleh terlibat politik praktis. Kami berjanji 75 persen suara milik Aniea di Pilpres 2024 mendatang," katanya.

Ditambahkanya, walaupun hanya 67 orang niniak mamak yang hadir, ini merupakan representasi rakyat Sumbar. Semua niniak mamak hadir sebagai perwakilan di daerah masing-masing.

"Jadi semua perwakilan niniak mamak hadir disini. Juga saya informasikan, diminang tidak ada satupun orang yang tidak memiliki niniak mamak, kami pastikan semuanya mendukung Anies," ujarnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, alasan Niniak Mamak dan Bundo Kanduang di ranah minang sepakat untuk memenangkan Anies di Pilpres 2024 karana Anies merupakan pembela perempuan dan kesejahteraan.

"Yang jelas sekali (Anies) tokoh yang sederhana, agamais dan pembela perempuan serta kesejahteraan demokrasi," pungkasnya.

"Dalam hal ini orang minang akan saling berkata antara niniak mamak dan perantau untuk memenangkan Anies di Pilpres 2024 nanti,"  katanya lagi.

Menanggapi hal itu, Anies mengaku banyak belajar dari Sumbar yang banyak telah melahirkan tokoh-tokoh. Sehingga rasa syukurnya atas kesempatannya berkunjung bisa ke ranah minang dalam bersilaturahmi.

"Masa kecil saya selalu dipertontonkan dengan biografi para tokoh dan tanpa disadari tokoh-tokoh yang kami baca berasal dari minang. Mulai dari M.Nasir, Agus Salim,  Bung Hatta serta Panglima Jenderal lainnya," jelasnya.

"Saat kuliah saya berkunjung ke Bukittinggi untuk menyaksikan dari dekat apa yang saya baca dari kecil. Kemudian setiap kali saya kesini mengingatkan kembali memori masa kecil dan imajinasi masa kecil," ucapnya. 

(lsa)

Baca Juga