Politisi Golkar Ancam Bentuk Pengurus Tandingan

Jakarta – Sejumlah politisi Partai Golkar mengecam wacana Aburizal Bakrie yang akan mengubah syarat pencalonan ketua umum. Mereka mengancam bakal membentuk pengurus Golkar tandingan sebagai wujud protes.

Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Agun Gunanjar mengatakan, ada wacana Aburizal akan mengubah syarat pencalonan ketua umum harus didukung 30 persen Ketua DPD I Partai Golkar.

Padahal, dalam AD/ART, semua politisi Golkar berhak maju sebagai calon ketua umum dengan syarat minimal lima tahun menjadi kader Golkar, berprestasi, tidak memiliki cela dan didukung oleh 30 persen pimpinan DPD tingkat I/II serta pimpinan ormas pendiri.

“Kalau dengan syarat 30 persen (dukungan DPD I), maka hanya dia (Aburizal) yang lolos. Kalau itu terjadi, saya akan bikin DPP tandingan,” kata Agun, seusai bertemu Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (12/11/2014) malam.

Agun menambahkan, ia ingin semua kader Golkar yang ingin mencalonkan diri dapat berkompetisi secara sehat untuk merebut kursi ketua umum. Ia mengatakan, tak ada larangan untuk Aburizal kembali maju sebagai ketua umum, hanya saja, ia mengingatkan bahwa Golkar terpuruk di bawah kepemimpinan Aburizal.

Senada dengan hal itu, Politisi Partai Golkar Airlangga Hartanto mengatakan dirinya bersama-sama dengan bakal calon ketua umum lain sejatinya hanya menginginkan pemilihan ketua umum pada Munas IX Golkar terlaksana dengan adil.

“Tidak ada yang menghalangi kader atau ketua umum maju kembali. Namun, yang kami inginkan adalah mekanisme maju nanti mekanisme yang adil sesuai AD/ART,” kata Airlangga.

Karena itu dirinya bersama kandidat calon ketua umum lain seperti Agung Laksono, Hajriyanto Thohari, Priyo Budi Santoso menemui Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, Rabu Malam, untuk meminta dewan pertimbangan mendorong terciptanya mekanisme pemilihan ketua umum yang adil.

Dalam pertemuan itu para bakal calon ketua umum meminta pelaksanaan munas berlangsung 2015 agar ada persiapan bagi para calon ketua umum melakukan sosialisasi.

Akbar Tandjung sendiri mengaku telah melayangkan surat kepada DPP Partai Golkar agar melaksanakan munas pada 2015.

Dewan Pertimbangan Partai Golkar juga mendorong digelar rapat pleno untuk membahas agenda Golkar ke depan. (ant/rio)

0 Comments

Leave a Comment

9 + fourteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password