BerandaNewsKasus Pencabulan di Agam, Belum Ada Tambahan Laporan ke Polres

Kasus Pencabulan di Agam, Belum Ada Tambahan Laporan ke Polres

- Advertisement -

Covesia.com – Terkait Kasus pencabulan yang dilakukan tersangka berinial FR (56), hingga saat ini belum ada tambahan laporan masuk ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, melalui Kasat Reskrim AKP Fahrel Hariz mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melengkapi berkas dan secepatnya melimpahkan ke Kejaksaan Negeri Lubuk Basung.

“Saat ini kami sedang mempersiapkan berkas perkaranya, memeriksa saksi dan bukti, secepatnya akan dilimpahkan ke kejaksaan,” ujarnya, Selasa (14/9/2021).

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus seorang pria dengan inisial nama FR (56) terkait laporan perbuatan cabul sesama jenis yang dilakukannya kepada anak di bawah umur.

Dalam Jumpa press yang dilakukan Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, pelaku
Pelaku merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini diamankan pihaknya pada Rabu (8/9/2021) lalu di kediaman pelaku di Kecamatan Lubuk Basung, Agam.

Aksi bejat pelaku terungkap saat orang tua korban memeriksa HP milik anaknya. Saat diperiksa orang tua mendapati ada gambar dan video yang tidak wajar di pesan Whatsapp korban.

“Korban didesak orang tua dan mengaku pesan tersebut dari tersangka dan korban juga mengaku sudah mendapat perlakukan tidak wajar,” lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aksi cabul tersebut dilakukan pelaku pada Selasa (31/8/2021) lalu saat pergi berburu bersama korban.

Pelaku sempat melakukan aksi bejatnya selama tiga kali yaitunya di dalam mobil pick up di jalan lintas Bawan – Palembayan, dilanjutkan di dalam hutan dan saat di jalan pulang. “Agar korban tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang lain, ia diberi uang sebanyak Rp.100.000,” terangnya

Atas kejadian ini pelaku disangkakan dengan pasal 76E junto pasal 82 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, junto pasal 289 jontu pasal 292 KUH Pidana, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

(jhn/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -