BerandaArchipellagoBeredar Video Penganiayaan Satwa Liar di Pessel, BKSDA: Kegiatan Tersebut Melanggar Hukum

Beredar Video Penganiayaan Satwa Liar di Pessel, BKSDA: Kegiatan Tersebut Melanggar Hukum

- Advertisement -

Covesia.com – Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Pesisir Selatan, Bilmar menyebutkan kegiatan penganiayaan terhadap satwa liar yang dilindungi sempat direkam melalui video yang viral di daerah tersebut, merupakan kegiatan melanggar hukum. 

“Kegiatan tersebut melanggar hukum dari Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE jo Pasal 55 KUHP,” sebut Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono melalui Kepala Resort BKSDA, Bilmar pada Covesia.com, Selasa (14/9/2021). 

Sebab katanya, rusa yang diburu atau dianiaya itu, merupakan satwa liar atau hewan yang dilindungi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. 

Seperti diketahui, terdapat sebuah video berburu dan menganiaya seekor rusa yang merupakan satwa liar beredar di media sosial Instagram beberapa waktu lalu. 

Dimana, dalam video tersebut terlihat beberapa orang warga tengah berkejar-kejaran sedang menganiaya seekor rusa ditepi sungai. Dan berdasarkan informasinya, kejadian tersebut terjadi pada hari Minggu 12 September 2021 pada saat masyarakat sempat sedang berburu babi sebagai bagian budaya masyarakat. 

Kemudian, diketahui video berburu itu dilakukan di Sungai Gemuruh, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). 

Bilmar menerangkan, terkait kejadian tersebut pihaknya telah melaporkannya ke pihak Balai KSDA Sumatera Barat, dan juga telah menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian setempat. 

“Sudah kita tindaklanjuti, berdasarkan koordinasi kita dengan pihak kepolisian 

Kanit Reskrim Polsek Pancung Soal kejadian tersebut masih dalam rangka penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya. 

Lanjutnya, kedepannya ia dari pihak BKSDA melalui balai akan melakukan penyuluhan dan sosialisasi bidang kehutanan utamanya tentang konservasi.

“Kita jadikan target penyuluhan dan sosialisasi nantinya. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tutupnya. 

(ind)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -