BerandaNewsHidayat: Hak Angket Tak Ada Hubungan dengan Kalah Pilkada

Hidayat: Hak Angket Tak Ada Hubungan dengan Kalah Pilkada

- Advertisement -

Covesia.com – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, hari ini (Selasa, 14/9/2021) telah mengajukan hak angket terkait surat sumbangan bertanda tangan Gubernur Sumbar. Ketua Fraksi Gerindra, Hidayat yang juga salah satu pengusulan hak angket menyebutkan tak ada hubungan hak angket dengan kekalahan Gerindra saat Pilkada 2020.

“Tak ada hubungannya dengan hak angket dengan kalah pilkada. Kami komit yang kalah saat Pilkada harus mendukung yang terpilih. Namun, kita juga wajib memberi kritik yang membangun,” ungkap Hidayat saat konferensi pers di DPRD Sumbar, Selasa (14/9/2021).

Dia menyebutkan bahwa hak angket diajukan sebagai peringatan untuk pihak yang merongrong, mengintervensi, dan mempengaruhi kepala daerah, sehingga potensi kepala daerah melakukan pelanggaran peraturan.

“Kita memberikan dukungan moril kepada gubernur agar merdeka mengeluarkan kebijakan dan tidak bertentangan dengan peraturan,” ujarnya.

Alasan kedua, DPRD juga bertanggungjawab memberikan keamanan dan kenyamanan kepada eselon dan ASN yang ada di lingkungan Pemprov agar tidak diintervensi oleh pihak luar sehingga melakukan sesuatu di luar kewenaganannya, seperti untuk mengoperasionalkan surat tersebut.

“Dugaan tersebut mesti kita kongkritkan secara melalui mekanisme hak angket,”jelasnya.

Menurutnya, hak angket memungkinkan untuk memanggil para pihak terkait untuk diminta keterangannya dan pembuktiannya agar proses ini jelas dan terang benderang.

“Kami akan bangun komunikasi dengan fraksi yang belum menyampaikan persetujuannya. Kemudian meyakinkan mereka bahwa tujuan kita bukan menjatuhkan, jauh dari itu. Kita tak ingin ini menjadi warisan kelam perioderisasi Gubernur Mahyeldi,” terangnya.

Dia juga mengatakan DPRD tidak boleh diam dengan permasalahan yang menjadi perhatian publik. “Atas dasar itu dprd merespons, pengusulan hak angket ini,” ujarnya.

(ila/rdk)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -