BerandaNewsDukung Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, BI Maksimalkan Pengelolaan Waqaf

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sumbar, BI Maksimalkan Pengelolaan Waqaf

- Advertisement -

Covesia.com – Guna mendukung pertumbuhan perekonomian di Sumatera Barat (Sumbar) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan kegiatan Diseminasi dan Diskusi tentang optimalisasi pengembangan dan Pengelolaan Wakaf.

“Ini dilakukan sebagai tindak lanjut ditunjuknya Sumbar sebagai provinsi Pilot Project pengembangan wakaf pada peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) pada tanggal 25 Januari 2021 di Istana Negara oleh Presiden Jokowi,” ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Wahyu Purnama, dalam keterangan tertulsinya yang diterima, Rabu (15/9/2021).

Tak hanya itu, kegiatan ini juga tindak lanjut Launching Gerakan Minangkabau Berwakaf yang telah diselenggarakan pada tanggal 3 Agustus 2021.

Wahyu mengatakan deseminasi ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Han Sastri.

“Kegiatan selanjutnya berupa pemaparan materi dan diskusi dipimpin oleh moderator Direktur Eksekutif Pengurus Wilayah MES Sumbar, Muhammad Sobri dengan mengundang narasumber utama yaitu Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Dr. Ahmad Juwaini, Anggota Komisioner Badan Wakaf Indonesia, Dr. Irfan Syauqi Beik, dan Dekan FEBI UIN Imam Bonjol Padang, Ahmad Wira, Ph.D dan Yenti Afrida, M.Ag yang dalam hal ini mewakili tim peneliti dari UIN Imam Bonjol,” jelasnya.

Untuk peserta kegiatan ini kata Wahyu merupakan perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumbar, Badan Wakaf Indonesia Sumbar, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, LKAAM Sumbar, Kepala Kemenag, Ketua BWI, Ketua MUI, dan Bagian Perekonomian dan Bagian Kesra Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, serta para pimpinan Nazhir wakaf di Sumbar yang hadir secara fisik maupun virtual.

Pada sesi pemaparan narasumber, Dr. Ahmad Juwaini menyampaikan materi terkait Strategi Optimalisasi Pengembangan Wakaf untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan memberikan rekomendasi terkait strategi pengembangan wakaf berupa optimalisasi dalam hal kebijakan dan fasilitasi, peningkatan literasi terkait wakaf, inklusi wakaf, inovasi produk wakaf, dan penguatan ekosistem pengelolaan wakaf.

Selanjutnya, Dr. Irfan Syauqi Beik juga menyampaikan materi terkait Penguatan Peran Nazhir dalam Pembangunan Wakaf dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional dengan rekomendasi utama berupa peningkatan kualitas nazhir yang dapat dilakukan melalui sertifikasi kompetensi nazhir, penguatan transformasi digital, serta penguatan manajemen risiko dan regulasi.

Sesi terakhir dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian oleh Ahmad Wira, Ph.D dan Yenti Afrida, M.Ag sebagai tim peneliti UIN Imam Bonjol.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengembangan wakaf di Sumatera Barat memiliki potensi yang besar untuk turut mendorong perekonomian Sumatera Barat.

“Dengan dukungan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) masyarakat Minangkabau “adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang artinya seluruh adat yang digunakan oleh masyarakat Minangkabau harus bersendikan syariat Islam, maka pengembangan wakaf produktif di Sumbar dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi Sumbar.

Tim peneliti UIN Imam Bonjol menyampaikan berbagai rekomendasi dalam pengembangan wakaf di Sumbar yaitu berupa peningkatan kualitas Nazhir, peningkatan kualitas kelembagaan dan regulasi (PERDA terkait wakaf), peningkatan edukasi dan literasi di masyarakat dan mauquf alaih, serta meningkatkan literasi wakif di Sumbar.

(ril/ila)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -