Aset Bank Nagari bertumbuh Rp2,21 Trilun di Tahun 2022

Aset Bank Nagari bertumbuh Rp221 Trilun di Tahun 2022

Covesia.com - Direktur Utama Bank Nagari, Muhammad Irsyad menyebutkan aset Bank Nagari di 2022 bertumbuh Rp 2,21 Triliun. Dengan demikian total aset yang dimiliki Bank Nagari mencapai Rp30,19 Triliun.

"Rp30,19 Triliun tersebut berasal dari aset konvensional sebesar Rp26,91 T dan aset UUS sebesar Rp3,28 T," ungkapnya saat konferensi pers di Kantor Bank Nagari Pusat, Padang, Selasa (24/1/2023).

Kemudian Irsyad juga menjelaskan terkait penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang mencapai 102,28% dari target dan penyaluran Kredit/Pembiayaan yang mencapai 99,61% (mendekati 100%).

"Saat ini pertumbuhan pihak ketiga sebesar Rp 1,56 T yang dipengaruhi oleh tabungan sebesar Rp 417, 67 M dan Deposito sebesar 1.44 T. Sementara giro minus Rp 302.82 M," jelasnya.

Berdasarkan komposisi, Total Dana Pihak Ketiga tahun 2022 terdiri dari Giro sebesar Rp3,01 T, Tabungan sebesar Rp8,24 T, dan Deposito sebesar Rp13,30 T, sehingga CASA bank tahun 2022 sebesar 45,84% dengan LDR sebesar 91,50% yang masih di dalam rentang treshold perbankan.

Total Dana Pihak Ketiga tahun 2022 terealisasi Rp24,56 T dengaan capaian 102,28% dari

target, yang terdiri dari Dana Pihak Ketiga Konvensional sebesar Rp21,50 T dan Dana Pihak Ketiga Syariah sebesar Rp3,06 T yang mendorong share Dana Pihak Ketiga

Syariah terhadap Total Dana Pihak Ketiga naik dari 10,81% pada tahun 2021 menjadi 12,44% pada tahun 2022.

Kemudian terkait total Kredit/Pembiayaan tahun 2022 terealisasi Rp22,47 T atau 99,61% dari target, dengan total ekspansi sebesar Rp1,499 T (7,15%) dari tahun 2021 yang terdiri dari  ekspansi Kredit Konvensional sebesar Rp1,09T dan Pembiayaan Syariah sebesar Rp 408,73 M.

"Dengan demikian, share Pembiayaan Syariah terhadap Total Kredit/Pembiayaan menjadi 10,98%, naik dari tahun 2021 sebesar 9,82%. Jika dilihat dari jenis penggunaan, ekspansi Kredit/Pembiayaan didorong oleh  Kredit Konsumtif sebesar Rp888,06 M dan Kredit Porduktif sebesar Rp611,76 M," ujarnya.

"Untuk laba bersih tahun 2022 sebesar Rp481,18 M atau 108,72% dari target, dengan pertumbuhan sebesar Rp72,47 M (17,73%) dari tahun 2021. Capaian laba ini tidak terlepas dari optimalisasi penyaluran Kredit/pembiayaan yang berdampak kepada Pendapatan Bunga Kredit bank yang mencapai Rp2,42 T atau 100,22% dari target, serta efisiensi dalam penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang mendorong Beban Bunga DPK terealisasi Rp719,58 M dengan capaian 92,02% dari target," katanya.

Dimana, secara tahunan Beban Bunga DPK turun Rp95,49 M dari tahun 2021 yang dipengaruhi oleh penurunan Beban Deposito sebesar Rp88,76 M dan Beban Giro sebesar Rp12,90 M.

Irsyad menyebutkan, Pertumbuhan Laba Bersih juga dipengaruhi oleh pertumbuhan Fee Based Income tahun 2022 yang mencapai Rp7,5 M, sebagai hasil dari pengembangan berbagai produk digital Bank Nagari.

"Di 2023 kita harus punya fundamental yang kuat, layanan digital yang kuat, dan fungsi managemen resiko dan kepatuhan," pungkasnya.

(ila) 


Baca Juga