- Advertisement -
BerandaNewsPAN Gabung Koalisi Pemerintah, Isu Reshuffle Gencar Dibicarakan

PAN Gabung Koalisi Pemerintah, Isu Reshuffle Gencar Dibicarakan

- Advertisement -

Covesia.com – Seiring bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf isu reshuffle atau perombakan kabinet gencar dibicarakan.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan saran atau masukan soal reshuffle, hal itu merupakan hak prerogatif Presiden.

“Presiden lah yang paling tahu tentang bagaimana dia menyusun posisi kabinet yang akan membantu dirinya,” kata Doli kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Doli mengatakan, presiden yang paling tahu dan bagaimana waktu yang tepat untuk mengganti para pembantunya di kabinet. Menurutnya, partai koalisi hanya bisa menunggu kewenangan kepala negara tersebut.

“Kan menteri-menteri ini kan pembantu dari presiden, jadi presiden yang paling tahu dan bagaimana waktu yang tepat untuk mengganti siapa, siapa yang mau digantikan, itu semua kewenangan dan hak prerogatif presiden,” tuturnya.

Sebagai salah satu partai dalam koalisi pemerintahan, Golkar kata Doli, tidak mungkin memberikan saran atau pun masukan soal alokasi kursi menteri khususnya untuk PAN yang baru saja bergabung.

“Enggak mungkin ada saran, itu kewenangannya ada, kita mau ngasih saran seribu kali juga kan itu kewenangan dan hak prerogatif presiden,” tandasnya.

Isu Reshuffle

Sebelumnya, Ketua Ketua Umum relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer, menyampaikan Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan kabinet atau reshuffle dalam akhir September ini. Menurutnya, informasi tersebut sudah pihaknya dengar.

“Ya ini kan nggak lama lagi reshuffle nih. Ini kalau nggak akhir bulan ini (September), Oktober,” kata Immanuel saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/9/2021).

“Iya ada info kita ini A1 lah kita nggak mungkin sebutin,” sambungnya.

Menurutnya, perombakan kabinet memang diperlukan Jokowi kekinian. Jika tidak, kata dia, Jokowi sebagai kepala negara akan tersandera oleh para menteri-menterinya.

“Karena ini kalau tidak reshuffle presiden akan disandera oleh para brutus-brutus di lingkaran nya karena kita lihat beberapa menteri-menterinya lagi asyik berpesta menikmati kekuasaan. Dan kita sudah ingatkan pesta itu selalu ada akhirnya. Jangan sering berpesta pak menteri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Immanuel mengatakan, sebagai pendukung Jokowi melakukan pemantauan 24 jam terhadap kinerja-kinerja para menteri di kabinet.

Immanuel pun menyebutkan sejumlah nama-nama menteri yang layak untuk direshuffle oleh Jokowi diantaranya seperti Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan M Lutfi, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Karena kita lihat diantara semua menteri kinerjanya sangat tidak memuaskan dan di luar ekspetasi presiden. Walaupun pada akhirnya soal reshuffle itu hak prerogatif presiden,” tandasnya.
(Suara.com)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -