- Advertisement -
BerandaNewsTantangan Vaksinasi Warga di Pedalaman Mentawai

Tantangan Vaksinasi Warga di Pedalaman Mentawai

- Advertisement -

Covesia.com – Pagi masih kelam saat tiga operator pompong dari Dusun Bojakan Desa Bojakan Kecamatan Siberut Utara, Mentawai sudah sibuk menyiiapkan sampan, mesin dan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan dari Sikabaluan, pusat kecamatan menuju Bojakan.

Guna mengejar waktu, masing-masing sampan menggunakan dua unit mesin pompong agar jarak tempuh dari Sikabaluan menuju Bojakan bisa dipersingkat antara 4-5 jam perjalanan. Bila menggunakan satu mesin membutuhkan 7-8 jam perjalanan menyusuri sungai.

“Tergantung muatan dan kondisi air sungai juga,” kata Ilarius, salah seorang operator pompong.

Sekira pukul 06.00 WIB, tim vaksinator dari Puskesmas Sikabaluan sudah tiba dan bersiap untuk berangkat di tambatan perahu yang ada di pinggir sungai Muara Sikabaluan. Kotak pendingin atau coolbox vaksin yang dibawa ke Bojakan dibungkus menggunakan kardus mie instan agar tetap aman selama perjalanan. Terutama dari sengatan matahari.

Selain dilapis dengan kardus, kotak kembali ditutup dengan terpal hitam. Tak hanya kotak vaksin, dua coolbox lainnya ikut dibawa sebagai pendingin cadangan di saat darurat. Suhu vaksin harus tetap dijaga dingin agar tidak rusak.

“Ini perjalanan yang jauh sehingga semua dipersiapkan dengan baik. Termasuk keamanan dan keselamatan vaksin untuk masyarakat,” kata Kristiani, Kepala Puskesmas Sikabaluan.

Setelah semua siap, tim berangkat. Sekira 3 jam perjalanan dari Sikabaluan, perahu pompong tiba di Desa Sotboyak. Tim dari Kepolisian Sektor Sikabaluan dan Koramil 01 Sikabaluan yang ikut menemani rombongan vaksinator naik ke pompong karena tim ini memilih jalur darat dari Sikabaluan menuju Sotboyak dan dari Sotboyak dilanjutkan dengan naik perahu pompong.

Setelah empat jam lebih, pompong sandar di tambatan sampan Dusun Bojakan. Plang “Kampung KS” menyambut tim di pintu masuk pusat Desa Bojakan. Tim langsung menuju rumah kepala Desa Bojakan, Paulus Ngauk untuk berkoordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Ternyata kepala desa sudah menunggu kedatangan tim.

Sebelum melaksanakan vaksinasi di kantor desa, Kepala Puskesmas Sikabaluan didampingi Kapolsek Sikabaluan, Iptu. Edi Surya melakukan sosialisasi terkait pelaksanaan vaksinasi dan manfaat vaksin dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.

“Kita tahu banyak beredar berita hoax terkait dampak vaksin di tengah masyarakat melalui media sosial yang ada. Apalagi di Bojakan sudah ada jaringan G4. Sehingga berita yang tidak benar yang diterima selama ini perlu kita luruskan,” kata Kristiani memberikan penjelasan.

Setelah sosialisasi selesai, kegiatan vaksinasi mulai dilakukan. Dengan memanfaatkan teras kantor desa, satu persatu warga mulai dilayani oleh tim vaksinator. Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, tim melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat apakah layak menerima vaksin atau ditunda.

Dari 108 kepala keluarga yang ada di Dusun Bojakan, tim vaksinator berhasil melakukan vaksinasi pada 140 orang warga Bojakan, diantaranya yang menggunakan vaksin coronavac 20 orang dan vaksin sinovac 120 orang. Jumlah ini mengungguli jumlah pelaksanaan vaksinasi di Desa Sotboyak sebelumnya yang berjumlah 104 orang.

Kepala Desa Bojakan, Paulus Ngauk mengatakan untuk pelaksanaan vaksinasi kedua,  meminta tim dari Puskesmas Sikabaluan turun kembali ke masyarakat di Bojakan mengingat sulit dan mahalnya masyarakat untuk datang ke Sikabaluan.

“Kita meminta puskesmas turun kembali melalukan vaksinasi kedua sesuai jadwal penerimaan vaksin karena bila masyarakat yang turun ke Sikabaluan biayanya mahal. Untuk ongkos saja satu orang itu Rp600 ribu hingga Rp700 ribu,” katanya.

Berdasarkan data rekap Puskesmas Sikabaluan, sementara waktu untuk vaksinasi yang dilakukan di masyarakat dengan cakupan lima desa dari enam desa yang ada di Siberut Utara, diantaranya vaksin sinovac dan coronavac dengan vaksin pertama 1.531 orang dan vaksin kedua 756 orang. Untuk moderna, vaksin pertama sebanyak 230 orang.

“Hingga saat ini berdasarkan data Puskesmas Sikabaluan yang mengalami gejala berat dari pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan belum ada. Masih sebatas efek samping ringan seperti ngilu, ngantuk, lapar,” kata Kristiani, Senin (11/10/2021) yang dikutip dari mentawaikita.com, Rabu (13/10/2021).

Sementara data dari Kepala Dinas Kesehatan Mentawai sekaligus juribicara penanganan covid-19 Kabupaten Mentawai, Lahmuddin pada Mentawaikita hingga per 10 Oktober 2021, masyarakat Mentawai yang telah menerima vaksin pertama 27.795 orang atau 37,35 persen dan vaksin ke dua 13.390 orang atau 17, 99 persen dengan target sasaran 74.420 orang.

(*)

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terkait
Lainnya
- Advertisement -