Banjir, 50 Hektare Lahan Pertanian di Pasaman Barat Rusak Parah

Pasaman Barat – Masyarakat petani di Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat panik. Pasalnya 50 hektare lebih lahan pertanian mereka mati dan rusak akibat terendam banjir.

“Banjir kiriman dari sungai Batang Pasaman dan Batang Kapar meluap. Akibatnya puluhan hektare tanaman masyarakat terendam” kata Walinagari Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Arman ketika dikonfirmasicovesia.com, Kamis (13/11-2014).

Menurut Walinagari, air setinggi satu meter sejak beberapa hari terakhir merendam berbagai tanaman masyarakat. Tanaman padi siap tanam mati, dan ada juga yang mau dipanen gagal.

Selain itu, tanaman yang terendam juga cabai, kacang dan sejenis tanaman lainnya. Kini masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kecuali hanya pasrah.

Tanaman yang rusak dan mati terdapat di Jorong Rantau Panjang sekitar 30 hektare. Kemudian di Jorong Padang Laban sekitar 20 hektare.

Meluapknya, dua sungai besar itu akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pasaman Barat sejak beberapa hari terakhir. Pantauan di lapangan, sampai saat ini air masih setinggi satu meter di areal tanaman masyarakat.

“Kita sudah melakukan pendataan ke lapangan, terkait dengan pemilik lahan petanian masyarakat. Setelah itu akan kita laporkan kepada Pemkab Pasaman Barat” kata Arman.

Sejumlah petani di daerah itu berharap kepada pemerintah daerah agar membantu mereka. Sebab, tanaman mereka tidak bisa dimanfaatkan lagi akibat bencana banjir. (man/lif)

0 Comments

Leave a Comment

six + fifteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password