Kemiringan Jam Gadang Tidak Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Padang – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat menyatakan belum ada dampak masif terkait miringnya jam gadang terhadap sektor pariwisata di Bukittinggi .

“Kunjungan wisatawan masih seperti biasa, bahkan bisa dikatakan tidak ada pengaruhnya sama sekali,” kata sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, Karnalis.K kepada covesia.com, Kamis (13/11/2014).

Meskipun demikian, ia berharap, para pemangku kepentingan dapat segera melakukan tindakan serius terkait isu kemiringan jam gadang tersebut, pasalnya jika hal tersebut benar dan jam gadang tersebut roboh, maka akan sangat berdampak terhadap sektor pariwisata di Sumatera Barat.

“Kita bisa bayangkan jika peristiwa tersebut terjadi,”tuturnya.

Karnalis melanjutkan, jam gadang merupakan salah satu ikon pariwisata Sumatera Barat yang sudah dikenal di Indonesia maupun Mancanegara. Disamping itu, keberadaan jam gadang di Sumatera Barat juga telah memberikan kontribusi besar bagi pendapatan asli daerah khususnya Kota Bukittinggi dari sektor pariwisata yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya.

“Pada tahun 2012 Bukittinggi mendapatkan PAD dari sektor pariwisata sebesar 16,5 miliar dan jumlah tersebut terus merangkak naik di tahun 2013 dengan jumlah pendapatan sebesar Rp.20,1 miliar,” terangnya.

Dengan demikian, tambah Karnalis, jam Gadang Bukittinggi harus serius diperhatian agar tetap lestari sebagai ikon pariwisata Sumatera Barat. (adi)

0 Comments

Leave a Comment

11 + eight =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password