AJI Padang Kecam Polisi Pelaku Pemukulan Wartawan di Makassar

Padang – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengecam tindakan represif yang dilakukan pihak Kepolisian Polrestabes Makassar kepada empat wartawan saat melakukan peliputan demonstrasi mahasiswa di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (13/11/2014).

“Tindakan polisi tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun,” tutur Sekretaris AJI Padang,Yose Hendra kepada covesia.com

Disamping itu, Ia juga menilai pernyataan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Komisaris Besar Polisi Endi Sutendi yang menyatakan tindakan brutal polisi terjadi secara spontanitas.karena pimpinannya terkena panah.

Hal tersebut dinilai hanyalah sebagai dalih dari pihak kepolisian agar tidak dianggap telah mencederai kebebasan pers. “Hal tersebut hanyalah dalih untuk lari dari tanggung jawab,” lanjut Yose

Atas kejadian tersebut, dirinya meminta agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas tindak kekerasan kepada wartawan tersebut dan menghukum para pelaku tindak kekerasan itu dengan menggunakan UU Pers, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa yang akan datang. “Kejadian ini harus diusut tuntas dan pelakunya harus dihukum,” katanya lagi.

Dilanjutkan Yose, seharusnya peristiwa pemukulan terhadap wartawan tersebut tidak pernah terjadi lagi. Pasalnya, antara Pihak kepolisian dan Dewan Pers telah membuat Memorandum of Understanding (MoU) yang mengatur kemitraan dan sekaligus menjadi pedoman antara Insan pers dan polisi dalam melakukan tugasnya di lapangan.

“Atas kejadian ini,kita melihat polisi tidak mensosialisasikan MoU itu dan sekaligus tidak menghormati MOU yang telah dibuat itu,” tambahnya. (yad/bim)

0 Comments

Leave a Comment

two − 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password