Di Malang, 80 Anak Jalanan Diamankan Setiap Tahun

Malang – Sedikitnya 80 anak jalanan dan gelandangan serta pengemis yang mangkal di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, setiap tahun diamankan oleh Dinas Sosial (Dinsos) setempat melalui razia yang bekerja sama dengan Satpol PP.

“Anak jalanan, pengemis dan gelandangan yang kami amankan itu rata-rata bukan penduduk Kabupaten Malang, melainkan kiriman dari sejumlah daerah yang setiap hari didrop oleh oknum tertentu. Oleh karena itu, kami terus melakukan razia secara intensif dan rutin bersama Satpol PP,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Malang Sri W Pudji Lestari di Malang, Jumat (14/11/2014).

Ia mengatakan anak jalanan, gelandangan dan pengemis tersebut didrop dari sejumlah daerah di sekitar Kabupaten Malang. Seperti Blitar, Tulungagung, Surabaya dan Kediri. Setelah diamankan, tidak sedikit yang dipaksa untuk kembali ke daerah asal masing-masing oleh Dinsos.

Sri mengakui terus bertambahnya anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang beroperasi di Kabupaten Malang tidak lepas dari semakin berkembang dan tumbuhnya perekonomian, kepadatan penduduk dan pengendara di kabupaten itu, di wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari yang menjadi sentra perekonomian daerah itu.

Pemkab Malang, lanjutnya, belum dapat menekan jumlah anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang beroperasi dan menempati sejumlah kawasan padat di Kabupaten Malang. Dinsos kesulitan untuk mengontrol mereka karena mereka sengaja didrop dan dikoordinir oleh oknum tertentu yang mencari keuntungan dari para pengemis dan anak jalanan tersebut.

Bahkan, tegas Sri, anak jalanan, gelandangan dan pengemis yang berhasil ditangkap dan diamankan petugas ketika melakukan razia merupakan orang yang sama dan setiap tahun pula mereka yang tertangkap itu dipulangkan secara paksa atau dikirim ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) penampungan Dinsos Kabupaten Malang.

Hanya saja, lanjutnya, pengemis dan gelandangan yang dapat masuk UPT adalah mereka yang telah lanjut usia yang dinilai masih bisa merawat dirinya secara mandiri. Jika mereka yang masuk UPT itu sudah tidak bisa beraktivitas apapun, termasuk merawat dirinya sendiri, Dinsos pasti kelabakan. Bagi yang tidak bisa beraktivitas, dikirim kembali ke daerah asalnya (dipulangkan).

“Yang bisa kami lakukan saat ini, selain melakukan razia secara rutin dan intensif, kami juga mengadakan pelatihan dan pembinaan bagi mereka, seperti halnya anak jalanan di Kecamatan Kalipare yang berhasil dibina sampai sekarang,” ujarnya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

five × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password