Ahli Geologi: Pertambahan Kemiringan Jam Gadang Harus Dimonitor

Padang – Bangunan Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) diketahui mengalami kemiringan di beberapa lantai. Sudut kemiringan tercatat sebesar dua derajat yang diduga disebabkan oleh bencana gempa bumi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ahli Geologi Sumatra Barat Ade Edwar menegaskan, perlu dilakukan upaya monitoring untuk memantau pertambahan kemiringan bangunan bersejarah tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Perlu dimonitoring terus pertambahan kemiringannya, dengan memasang tlit meter di jam gadang,”ujar Ade kepada Covesia.com, Jumat (13/11/2014).

Menurut dia, kemiringan jam gadang sudah terdeteksi akibat gempa berkekuatan 6 Skala Richter (SR) pada tahun 2007 lalu yang disebabkan pergeseran patahan sumatra pada segemen sianok.

‘Jam gadang itu terletak kurang lebih 1000 meter dari jalur segmen sianok,”tegasnya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Badan Pelestarian Pustaka Indonesia (BPPI), Adrian Perkasa mengatakan terkait kemiringan jam gadang ini pihaknya sudah punya tahap berkala yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) yang berada di Batusangkar untuk melakukan upaya-upaya antisipatif. (lif)

0 Comments

Leave a Comment

two × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password