DPR Siap Panggil Kapolri

Jakarta – Komisi III DPR RI menegaskan siap
memanggil Kepala Kepolisian RI terkait kekerasaan yang menimpa para
jurnalis di Makassar, Sulawesi Selatan, apabila ada yang melaporkan
peristiwa tersebut. “Ya harus ada yang laporan dulu karena
laporan belum ada bagaimana Komisi III mau memanggil (Kapolri),” kata
Ketua Komisi III DPR RI Aziz Syamsuddin saat dihubungi wartawan di
Jakarta, Jumat (14/11/2014).

Dia menjelaskan setelah ada laporan, maka
Komisi III DPR RI akan menghubungi Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda)
dan Propam untuk mengklarifikasi hal tersebut setelah itu Komisi III
akan mengkajinya. Menurut dia, sepanjang ada dua alat bukti yang cukup, maka tindakan itu bisa ditindaklanjuti. “Sepanjang unsurnya terpenuhi ya kita (Komisi III DPR RI) dukung,” ujarnya.

Menurut dia, demo yang berlangsung di Universitas Negeri Makassar
sepanjang sesuai peraturan perundang-undangan maka diperbolehkan. Dia
mengatakan demo merupakan salah satu cerminan kehidupan berdemokrasi di
Indonesia. “Tentu saja Polisi harus bisa melakukan tugas pokok dan fungsinya,” kata Aziz.

Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengatakan dalam situasi
apapun Indonesia menganut sistem tidak boleh ada kekerasan terhadap para
jurnalis. Karena itu, menurut dia, tidak ada pembenaran bagi aparat kepolisian melakukan penyerangan terhadap para jurnalis. “Saya menghimbau kejadian ini diusut dan pelaku diberi sanksi serta
harus ada pernyataan Polri untuk meminta maaf kepada para jurnalis,”
ujarnya.

Menurut dia kekerasan terhadap wartawan bukan
sekedar kejahatan biasa karena jurnalis sedang melakukan tugas peliputan
yang dilindungi undang-undang. Dia menegaskan Pasal 28 ayat F UUD 1945
menyebutkan bahwa setiap orang memiliki hak asasi untuk mendapatkan
informasi. “Demo anarkis memang perlu ditindak, namun harus tetap dalam prosedur hukum,” katanya.

Sebelumnya aparat kepolisian mendesak masuk ke kampus Universitas
Negeri Makassar (UNM) pada Kamis (13/11) sore dan menyerang mahasiswa.
Kejadian itu sesaat setelah Wakil Kepala Polrestabes (Wakapolrestabes)
Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Totok Lisdiarto terkena
panah. Selain menyerang masuk ke kampus, polisi juga memukul
wartawan yang sedang melakukan peliputan, keempat wartawan korban
pemukulan tersebut adalah Waldy (Metro TV), Ikrar (Celebes TV), Iqbal
(Koran Tempo), dan Aco (TV One). (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one + 15 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password