Hamas: Israel Jangan Hambat Rekonstruksi Gaza

Rafah, Palestina – Gerakan Hamas Palestina
Kamis memperingatkan akan terjadi aksi kekerasan baru kecuali Israel
mengizinkan rekonstruksi Jalur Gaza yang porakporanda akibat perang itu. “Kami mengatakan kepada semua pihak — jika pengepungan terhadap
Gaza dan hambatan bagi rekonsiliasi tetap diberlakukan, itu merupakan
satu perang baru,” kata Abu Obeida, juru bicara sayap militer Hamas
Brigade Ezzedine al-Qassam, sebagaimana dilaporkan AFP, dilansir covesia.com.

Perang 50 hari antara Israel dan
Hamas yang telah menghancur leburkan wilayah itu berakhir 26 Agustus
menewaskan 2.140 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil, dan
73 warga Israel, sebagian besar tentara. Gaza berada dalam
blokade ketat Israel sejak tahun 2006, dengan bahan-bahan bangunan
dibatasi secara ketat karena khawatir para pejuang dapat menggunakannya
untuk membuat senjata atau membangun benteng-benteng.

PBB
menengahi satu perjanjian yang mengizinkan pengiriman bahan-bahan
bangunan ke Gaza dengan menjamin barang-barang itu tidak disalahgunakan
oleh para pejuang Hamas. Pekan lalu, PBB mengumumkan
mekanisme rekonstruksi sementara yang akan dilaksanakan di bawah
pengawasan satu pemerintah persatuan Palestina yang baru dibentuk.

“Kami menegaskan musuh bertanggung jawab atas terjadi aksi
kekerasan jika rekonstruksi itu tidak dimulai,” kata Abu Obeida dalam
satu pertemuan di Gaza City, memperingatkan bahwa “perang belum
berakhir.” Pejabat Hamas Khalil al-Haya, juga berbicara pada rapat yang
juga dihadiri oleh puluhan pria bersenjata dan sekitar 1.500 orang,
menyerukan dialog baru antara gerakannya dan faksi Fatah Palestina.

Hamas dan Fatah awal tahun ini menandatangani satu perjanjian
rekonsiliasi untuk megakhiri permusuhan berat dan berdarah selanq tujuh
tahun yang menyebabkan Tepi Barat dan Gaza memiliki
pemerintah-pemerintah terpisah. Tetapi pemimpin Palestina
Mahmud Abbas setelah sejumlah ledakan bom di Gaza pekan lalu yang
menargetkan properti partai Fatah yang dipimpinnya menuduh Hamas
berusaha merusak usaha-usaha persatuan.

Haya, yang
gerakannya membantah terlibat dengan ledakan-ledakan itu, mendesak Abbas
tidak menggunakan serangan-serangan itu sebagai “satu alat untuk
mengalihkan rekonsiliasi” dan menyeru Fatah “kembali pada satu dialog
kemitraan.”(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

fourteen + 18 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password