Kasus Dugaan Perkosaan Raja Solo Mandek, Ibu ini Mulai Petisi

Jakarta – Seorang relawan Break the Silence Indonesia, Ninin Damayanti, membuat petisi di Change.org untuk meminta Polri memeriksa Pakubuwono XIII Hangabehi. Raja Solo itu diduga melakukan praktik jual beli manusia (human trafficking) dan pemerkosaan terhadap siswi kelas 1 SMK. Petisi tersebut kini sudah didukung lebih dari 12.000 orang.

“Aku buat petisi ini karena aku perempuan. Entah kenapa, aku bisa merasakan ketakutan AT. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi perempuan selain tubuh yang direnggut paksa,” ungkapnya melalui siaran pers, Jumat (14/11/2014).

“Apalagi di usia masih sangat belia, 16 tahun, AT dijual, diperkosa, mengandung bayi, dan tertular penyakit kelamin. Tak terbayangkan kalau aku dalam posisinya. AT hebat karena bisa bertahan. Makanya aku mau dukung dia,” kata Ninin.

Ninin yang juga ikut mendampingi korban, mengatakan kondisi korban kini masih trauma dan sedang dalam persiapan melahirkan. AT kini juga sedang diberi penguatan mental oleh psikolognya.

Dalam petisinya, Ninin juga meminta Kapolri Sutarman untuk memeriksa pihak hotel dan stafnya yang membantu terduga pelaku membawa korban masuk ke dalam kamar tempat kejadian perkara.

“Segera setelah korban melahirkan, lakukanlah test DNA secara transparan. Ini bisa jadi alat yang kuat untuk membuktikan tuduhan perkosaan tersebut. Selain itu, tim pengacara korban juga meminta dokter pembanding independen yang bukan dipilih oleh kepolisian untuk memeriksa kesehatan Raja Solo. Agar masyarakat bisa yakin bahwa benar ia dalam kondisi sakit,” tandas Ninin.

Ninin menambahkan, apabila dirasa diperlukan kasus ini sebaiknya dipindahkan dari kompetensi wilayah hukum daerah Sukoharjo maupun Solo untuk menghindari politik kepentingan.

“Saya berharap banyak orang mau mendukung korban bersama saya. Minimal petisi yang saya buat bisa menembus 25.000 dukungan. Setelah itu, kami akan menyerahkan petisi tersebut kepada kepolisian atau Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk menunjukkan dukungan publik. Harapannya, polisi bisa mendengar suara masyarakat,” harapnya. (rio)

0 Comments

Leave a Comment

fifteen + 15 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password