Gelombang Tinggi, Nelayan Pasaman Barat tak Melaut

Pasaman Barat -Ratusan nelayan Sasak Ranah Pasisia Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sumatera Barat tidak turun ke laut. Pasalnya, gelombang laut semakin tinggi sehingga membuat mereka tidak berani melaut.

Curah hujan yang tinggi, bukan saja berdampak banjir tapi juga mematikan mata pencarian para nelayan.

Masyarakat Nagari Sasak mempunyai penduduk 400 Kepala Keluarga sebagai nelayan, atau 60 persen dari jumlah penduduk.

Walinagari Sasak, Pasaman Barat, Arman ketika dikonfirmasi covesia.com, Sabtu (15/11-2014) membenarkan warganya sudah dua hari tidak melalut.

“Saya tidak tau berapa ketinggian gelombang laut, namun melebihi dari minggu sebelumnya. Makanya nelayan kita tidak berani ke laut,” sebut Arman.

Menurutnya, nelayan masih menunggu lima hari kedepan apakah gelombang laut akan turun, baru bisa kembali melakukan aktifitas. Tapi mengingat hujan terus mengguyur Pasaman Barat, nelayan semakin cemas lama baru bisa melaut.

Dampaknya tentu saja kepada ekonomi masyarakat nelayan.

Sebab bisa beberapa hari kedepan nelayan tidak mempunyai pendapatan keungan.

“Kita juga mengimbau kepada nelayan di daerah itu untuk mewaspadai tinggi gelombang laut. Jangan nekat untuk melaut karena keselamatan menjadi pertimbangan uatama,” kata Arman. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password