AS dan Irak Bahas Perang Melawan ISIS di Baghdad

Baghdad – Amerika Serikat (AS) semakin meningkatkan perluasan perang dengan ISIS. Hal ini terungkap ketika Ketua Gabungan Kepala Staf
Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Jenderal Martin Dempsey, Sabtu (15/11/2014) tiba
di Irak untuk membahas perluasan perang melawan kelompok garis keras
Negara Islam (IS), kata pejabat tinggi AS sebagaimana dilaporkan AFP dilansir antara.

Dempsey terbang
untuk mengadakan pembicaraan dengan “pejabat politik dan keamanan Irak
mengenai tahap berikut gerakan untuk mengalahkan IS,” kata Brett McGurk,
utusan nomor dua AS untuk persekutuan memerangi kelompok jihad itu, di
Twitter. AS mulai meningkatkan upaya perlawanannya terhadap
IS, dengan Presiden Barack Obama mengumumkan rencana untuk menyebarkan
hingga 1.500 lebih personel militer AS ke negara itu untuk memberikan
nasihat dan melatih pasukan Irak, meningkatkan total tentara menjadi
3.100.

Satu koalisi yang dipimpin AS yang melakukan serangan
udara terhadap IS di Irak, tempat kelompok jihad mempelopori serangan
kilat yang menguasai sebagian besar wilayah daratan Sunni Daratan Arab
pada Juni. Kelompok ini juga memiliki wilayah yang signifikan di Suriah.

Pasukan keamanan Irak tampil buruk di hari-hari awal serangan yang
dipimpin IS, ketika beberapa divisi runtuh dan kelompok-kelompok itu
menyita dalam jumlah besar peralatan militer. Tetapi dibantu
oleh serangan udara, dukungan dari milisi Syiah dan suku Sunni, dan
bantuan dari penasihat internasional, pasukan Baghdad telah mulai
membuat kemajuan.

Irak merebut kembali kota utara strategis Baiji pada Jumat, yang terbesar itu, telah direbut kembali sejak konflik dimulai. Baiji terletak di jalan menuju kota besar kedua dan kubu IS Mosul,
dan penangkapan ini semakin mengisolasi gerilyawan yang menguasai kota
Tikrit, ke selatan. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

5 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password