Jokowi Pantau Kondisi Maluku Pasca Gempa 7,3 SR dari Australia

Jakarta – Kabar gempa 7,3 SR yang mengguncang Halmahera, Maluku Utara ternyata diketahui Presiden Jokowi yang masih kunjungan di Australia. Sekitar pukul 15.00 WIB, Presiden menelpon kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menanyakan kondisi
masyarakat yang terkena dampak gempak.

“Kepala BNPB, melaporkan kepada Presiden bahwa SOP peringatan dini
tsunami dan antisipasi yang ada telah berjalan dengan baik. Sistem
peringatan dini tsunami dari BMKG berjalan dengan baik. Lima menit
setelah gempa peringatan dini tsunami disampaikan melalui berbagai moda
komunikasi yang ada oleh BMKG” ujar Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada Covesia, Sabtu (15/11/2014) malam.

Dijelaskan Sutopo, BNPB langsung menyiapkan potensi nasional jika
sewaktu-waktu dikerahkan ke lokasi bencana. Posko BNPB juga telah
berkoordinasi dengan semua BPBD yang daerahnya berpotensi terkena
tsunami. BPBD melaporkan kondisi yang ada di daerah masing-masing.

“Tim Reaksi Cepat BNPB bersama personil dari Kementerian PU, Kementerian
Sosial, Kementerian Kesehatan dan TNI saat ini berangkat ke lokasi.
Meski tidak ada tsunami yang besar tetapi tim ini akan mendampingi Pemda
dalam melakukan assessment” pungkas Sutopo. (gus/cal)

0 Comments

Leave a Comment

four × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password